SuryaMalang/

Malang Raya

Menkomaritim : Saya Titip Agar Mahasiswa Unisma dan Malang Mainkan Peran Penting di Masa Depan

Menteri Luhut menjelaskan mengenai arah kebijakan, pembangunan pemerintah, dan kebijakannya. Ia pun menitipkan masa depan Indonesia pada mahasiswa

Menkomaritim : Saya Titip Agar Mahasiswa Unisma dan Malang Mainkan Peran Penting di Masa Depan
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Menkomaritim, Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sarasehan kebangsaan bertema Mempertahankan Ideologi dan Bentuk Negara RI di Universitas Islam Malang, Senin (25/9/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sarasehan kebangsaan bertema Mempertahankan Ideologi dan Bentuk Negara RI di Universitas Islam Malang (Unisma), Senin (25/9/2017).

Pada para mahasiswa, Menteri Luhut menjelaskan mengenai arah kebijakan, pembangunan pemerintah, dan kebijakannya. Ia pun menitipkan masa depan Indonesia pada para mahasiswa.

"Masalah ekonomi Indonesia belum baik meskipun statistiknya naik. Saya titip agar mahasiswa Unisma dan Malang pada umumnya memainkan peran penting di masa depan," ujarnya.

Dalam presentasinya, ia menyajikan angka fakta tentang indonesia.

"Angka-angka ini disajikan untuk kalian perbaiki di kemudian hari. Indonesia yang luas harus menjadi lebih baik. Negeri ini mau maju maka harus mempersiapkan diri mulai sekarang," tutur Luhut.

Sebagai mahasiswa, ia melanjutkan, sebaiknya tidak mudah puas dan berhenti hanya menjadi sarjana.

"Kalian harus terus melihat ke depan. Staf saya yang sarjana saya sekolahkan S2, S3 agar mereka maju dan nantinya membangun Indonesia," kata dia.

Apalagi, saat ini kecerdasan buatan sudah berkembang. Membaca buku pun bisa menggunakan software yang lebih efisien dan bisa mengurangi korupsi.

"Mahasiswa harus berpikir ke arah sana. Jangan hanya memikirkan perbedaan yang alami dan memang diciptakan oleh Tuhan," ujarnya.

Ia berharap akan muncul Gus Dur muda yang memiliki hati baik dan otak cerdas.

"Kalau misalnya lapangan pekerjaan hilang karena kecerdasan buatan yang berkembang, pikirkan jalan keluarnya. Indonesia memiliki pertanian dan perikanan yang bisa dikembangkan," katanya.

Luhut juga mengimbau mahasiswa untuk menggunakan teknologi dengan bijak dan tidak hanya menghabiskan waktu dengan sosial media apalagi bertengkar karena perbedaan.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help