SuryaMalang/

Malang Raya

Peringatan Hari Tani Nasional Disambut Aksi Demo di DPRD Kota Malang

Momen Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September lalu disambut dengan aksi demo di depan DPRD Kota Malang, Senin (25/9/2017)

Peringatan Hari Tani Nasional Disambut Aksi Demo di DPRD Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Aksi demo memperingati Hari Tani Nasional di depan kantor DPRD Kota Malang, Senin (25/9/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Momen Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September lalu disambut dengan aksi demo di depan DPRD Kota Malang, Senin (25/9/2017).

Beberapa pemuda di bawah bendera Aliansi Perjuangan Rakyat (APR) Malang menyampaikan orasi, puisi, dan teatrikal.

Syahrul Ardiansah, juru bicara menyatakan ada sejumlah isu tuntutan untuk memperjuangkan hak-hak petani.

Antara lain minta ditegakkan agraria sejati, keterlibatan militer di wilayah sipil, hentikan kriminalisasi terhadap petani dan memberikan kebebasan berserikat.

"Kasus-kasus agraria seperti di Kendeng, Kulon Progo yang belum terselesaikan. Di Malang Raya juga ada. Ini sebagai bentuk aksi solidaritas kami," jelas Syahrul kepada wartawan.

Diharapkan momen Hari Tani Nasional tak sekedar seremonial namun ada makna buat para petani yang menjadi petani penggarap lahan sewa.

Poster-poster yang dibawa mereka diletakkan di aspal jalan dengan model separuh melingkar.

Ada tulisan-tulisan sesuai tuntutan isu mereka di atas kertas putih. Meski Hari Tani Nasional sudah berusia 57 tahun, namun tak banyak perubahan untuk menyejahterakan petani sebagaiman disampaikan orator demo.

Dalam rilis yang disampaikan ke media, disebutkan adanya penguasaan/monopoli atas tanah oleh kelompok usaha bisnis.

Sementara konflik agraria pada 2015 tercatat ada 252. Kemudian pada 2016 ada 172 konflik. Terbanyak perusahaan swasta dengan masyarakat dan disusul pemerintah dengan masyarakat.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help