SuryaMalang/

Malang Raya

Satu Tahun Geluti Taekwondo, Mahasiswa Unisma Sabet Juara Kompetisi Tingkat Internasional

Muhammad Alwi Alhaddad, mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) baru saja mempersembahkan prestasi gemilang pada kampusnya

Satu Tahun Geluti Taekwondo, Mahasiswa Unisma Sabet Juara Kompetisi Tingkat Internasional
IST
Muhammad Alwi Alhaddad, mahasiswa Universitas Islam Malang saat menjuarai kompetisi taekwondo tingkat internasional yang diadakan di Bandung beberapa waktu lalu. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Muhammad Alwi Alhaddad, mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) baru saja mempersembahkan prestasi gemilang pada kampusnya. Alwi menjuarai kompetisi taekwondo tingkat internasional yang diadakan di Bandung beberapa waktu lalu.

Ia mengalahkan kompetitor dari Timor Leste di babak final kategori kyourugi senior under 58 kg. Poin tendangannya ternilai mengungguli lawan yang dianggapnya berat itu.

"Sebenarnya saya biasa berkompetisi di kelas under 54 kg karena berat badan saya yang memang kurang dari 54 kg. Namun kemarin saat akan lomba ternyata berat badan saya 55 kg sehingga diletakkan di kelas under 58 kg. Saat itu saya lumayan gugup karena lawan di kelas itu memiliki power dan speed yang sangat bagus," ceritanya pada SURYAMALANG.COM, Kamis (28/9/2017).

Kompetisi tersebut adalah kejuaraan tingkat internasional yang pertama kali ia ikuti. Sebelumnya, mahasiswa jurusan Bahasa Inggris itu baru mengikuti Kejurnas 2016 di Surabaya dan beberapa kali Kejurprov.

Uniknya, mahasiswa asal Flores, NTT itu baru satu tahun terakhir belajar dan menggeluti olahraga taekwondo.

"Sejak kecil orangtua mengarahkan saya untuk renang. Saat di Flores saya juga kerap ikut lomba. Setelah itu saya pindah ke Malang dan masuk pondok pesantren, baru saat masuk kuliah saya mulai belajar taekwondo dari nol," ungkapnya.

Alwi mulai mendalami taekwondo sejak September 2016 saat ia masuk kuliah. Ia mengikuti klub taekwondo dan rutin berlatih seyiap hari sesuai jadwal yang ia bisa.

"Kalau ada kuliah yang latihan malam, kalau tidak ada kuliah ya latihan pagi dan siang," lanjutnya.

Karena ketekunan dan fokusnya itulah, ia sudah bisa mengikuti Kejurnas pada bulan Desember 2016 dan meraih juara 1.

"Taekwondo itu asik. Aturannya juga tidak rumit seperti karate atau yang lain. Apalagi postur tubuh saya yang tinggi dan kurus juga pas menjadi atlet taekwondo," tuturnya.

Pria kelahiran 15 Agustus 1998 itu juga merasa mendapatkan keluarga baru di klub taekwondo. "Jadi tambah teman yang tidak hanya asik untuk bergaul saat latihan tapi juga di luar latihan," ujar dia.

Selanjutnya, ia ingin terus berlatih dan menjadi atlet taekwondo serta terus menelurkan prestasi. "Hanya perlu membagi waktu dengan kuliah. Karena kadang latihan baru pulang jam 12 malam tapi jam 6 pagi harus kuliah," tuturnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help