SuryaMalang/

Travelling

Beginilah Kemeriahan Peringatan Hari Kopi Internasional di Kota Malang

Selain puluhan kedai kopi terlibat, ada juga lima produsen kopi ikut menyemarakkan peringati Hari Kopi Internasional di Kota Malang kali ini. 

Beginilah Kemeriahan Peringatan Hari Kopi Internasional di Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Hari Kopi Internasional di Kota Malang, Minggu (1/10/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kawasan Kayutangan Kota Malang, tepatnya di seputaran Taman Patung Chairil Anwar, mendadak menjadi kawasan kedai kopi, Minggu (1/20/2017) sore. Sebanyak 30 kedai kopi berjajar di tempat itu.

Pemilik kedai ataupun karyawan kedai kopi tak henti menyeduh kopi. Pengunjung secara bergantian mengambil gelas kopi dan menyeruputnya. Kopi yang diseduh oleh pengelola kedai kopi ini disajikan secara gratis.

Minum kopi gratis di tempat itu dalam rangka peringatan Hari Kopi Internasional yang diperingati setiap 1 Oktober. Kopi yang tersaji berasal dari kopi bubuk nusantara seperti kopi Malang, Ijen, juga Papandayan. Kopi disajikan memakai cara cepat dan mudah, seperti tubruk dan memakai alat V60.

"Kami sediakan 10 ribu cup kopi untuk masyarakat dalam rangkat peringatan Hari Kopi Internasional hari ini. Kami sajikan kopi nusantara terutama Malang, karena kami ingin mengenalkan kopi Malang dan destinasi kuliner ngopi di Kota Malang kepada masyarakat," ujar Budiharto alias Sam Idub, Koordinator Malang Sejuta Kopi kepada SURYAMALANG.COM.

Menurut Sam Idub, Kabupaten Malang merupakan sentra produsen kopi di Malang Raya, sedangkan Kota Malang menjadi pusat pemasaran dan penjualan kopi tersebut. Pemasaran antara lain dilakukan oleh kedai kopi. Karenanya pelaku usaha kopi di Kota Malang menjadikan kota ini sebagai destinasi kuliner kopi.

Selain puluhan kedai kopi terlibat, ada juga lima produsen kopi ikut menyemarakkan peringati Hari Kopi Internasional di Kota Malang kali ini. 

Sementara itu Tendi Nuralam, Tim Percepatan Pengembang Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata mengatakan kopi kini menyumbang besar dalam destinasi kuliner di sektor pariwisata di Indonesia.

"Kuliner itu ada makanan dan minuman. Bisa dibilang saat ini penyumbang paling tinggi adalah kopi di minuman ini," ujar Tendi.

Apalagi di sejumlah kawasan di Indonesia kini kerap menggelar event kopi. Sejumlah negara juga menggelar event kopi secara rutin. Tahun depan, Tendi berharap kopi Malang Raya bisa ikut dalam event kopi di London.

"Kuliner kopi ini sekarang sangat luar biasa. Masyarakat Malang Raya harus bangga terhadap kopinya dan mengenalkan kopi Malang Raya, tidak bisa terpisah-pisah antara Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Pariwisata ini borderless," tegasnya.

Pemerintah, lanjutnya, berharap nantinya lelang kopi bisa dilakukan di Indonesia dengan memakai harga dunia. Dengan begitu harga kopi petani Indonesia bisa naik.

Tendi menambahkan peringatan Hari Kopi Internasional juga diperingati di tempat lain di Indonesia, antara lain Palembang dan Yogyakarta.

Salah satu peserta peringatan Hari Kopi Internasional di Kota Malang adalah Andri Wahyu dari kedai kopi Wallstreet di Jl Cengger Ayam. Andri terlibat dalam acara itu karena ingin turut serta mempromosikan kuliner ngopi.

"Supaya kopi nusantara makin terkenal. Kami menyediakan varian kopi dari beberapa daerah di Indonesia. Kalau di kedai kami paling banyak peminat masih tubruk," ujar Andri.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help