SuryaMalang/

Malang Raya

Peneliti Senior LIPI Beri Kuliah Demokrasi dan Otonomi Daerah di Universitas Brawijaya

Otonomi daerah belum mampu menyerap keberagaman. Sebab, otonomi daerah belum mampu menciptakan sistem politik yang kongruen.

Peneliti Senior LIPI Beri Kuliah Demokrasi dan Otonomi Daerah di Universitas Brawijaya
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Peneliti senior LIPI, Prof Dr R Siti Zuhro MA memberi kuliah kepada mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (UB), Selasa (3/10/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Dr R Siti Zuhro MA memberi kuliah kepada mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (UB), Selasa (3/10/2017).

Kuliah bertema Demokrasi dan Otonomi Daerah itu membahas seputar otonomi daerah, birokrasi, dan demokrasi.

Menurutnya, saat ini baru 10 persen daerah di Indonesia yang menunjukkan praktik demokrasi.

Pilkada pun tidak diikuti dengan penegakan hukum yang mengikat.

“Ke depan, Indonesia sangat butuh pemilik pemikiran rasional dan cerdas untuk menjadi pejabat.”

“Perlu juga ditopang dengan nilai-nilai budaya politik yang berkesesuaikan dengan demokrasi universal,” tutur Siti.

Demokrasi juga sangat dibutuhkan agar pelaksanaan tugas pokok, dan fungsi (tupoksi) dilakukan dengan partisipatif, transparan, dan akuntabel.

“Tidak semua daerah bisa melakukan pemerintahan secara baik.”

“Partisipasi sudah baik, namun tidak transparan dan tidak akuntabel,” lanjut wanita asal Blitar itu.

Otonomi daerah sejak 2001 mendorong daerah untuk maju dan bisa melayani rakyat.

“Contohnya Jawa Timur yang mendapat juara umum inovasi pelayanan publik nasional secara berturut-turut,” tambahnya.

Namun, otonomi daerah belum mampu menyerap keberagaman Indonesia.

Sebab, otonomi daerah belum mampu menciptakan sistem politik yang kongruen antara pusat dan daerah.

“Dampak positif otonomi daerah adalah masyarakat sipil mendapat akses politik dan kesempatan untuk memperjuangkan kepentingan berkonteks lokal,” tuturnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help