SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Ngotot Terbang, Nyawa Anggota DPRD Muara Enim Melayang saat Paralayang di Kota Batu

Ia mengatakan, padahal pihaknya sudah memperingatkan karena di daerah Alun-Alun Kota Batu sudah hujan.

Ngotot Terbang, Nyawa Anggota DPRD Muara Enim Melayang saat Paralayang di Kota Batu
SURYAMALANG/Dyan Rekohadi
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, BATU - Rekan Syaiful Iqbal Asyofa (40), pria asal Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, yang meninggal dunia saat berolahraga paralayang, Ardi Kurniawan mengakui, Syaiful memang bersiteguh dan tidak sabar untuk segera terbang.

Ia mengatakan, padahal pihaknya sudah memperingatkan karena di daerah Alun-Alun Kota Batu sudah hujan.

"Pak Syaiful ini ngotot untuk terbang. Nah biar saya pastikan kalau baik-baik saja, saya dulu lah yang terbang. Nah pas saya ambil peralatan, kok tiba-tiba Pak Syaiful ini sudah di udara," kata Ardi saat dihubungi, Jumat (6/10).

Setelah dipantau dari lokasi take off, lanjutnya, karena korban ini sudah mendekati lokasi landing, dikira sudah baik-baik saja.

Namun, dia mendapat kabar, korban mengalami masalah karena tidak bisa mengendalikan parasut karena turbulensi.

"Kalau dari saksi yang melihat, beliau ini malah mengarahkan parasutnya ke arah angin. Justru itu salah. Yang benar mengarahkan parasutnya melawan arah angin," kata dia.

Saat itu, ada empat orang lainnya yang gagal terbang melihat cuaca yang buruk. Padahal pukul 15.30 sudah melakukan persiapan terbang.

Menurut Ardi memang almarhum sudah memiliki lisensi PL 1. Namun masih tergolong pemula dan memerlukan pengawasan dari senior.

“Runtutannya PL-1, PL-2, dan tertinggi PlL-3. Untuk mendapatkan lisensi PL-1 harus terbang 40 kali,” jelas dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help