SuryaMalang/

Arema Malang

Aremania Harus Tahu, Ini Sikap Arema Tentang Protes Terhadap PSSI dan Ancaman Mogok Main

15 klub Liga 1 resmi mengajukan protes terkait beberapa aspek di Liga 1 yang dinilai tak sesuai kesepakatan awal.

Aremania Harus Tahu, Ini Sikap Arema Tentang Protes Terhadap PSSI dan Ancaman Mogok Main
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Tim inti Arema FC yang diturunkan melawan Persib Bandung 1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (12/8/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ancaman mogok yang dilakukan oleh 15 klub Liga 1 ditanggapi serius oleh PSSI.\

Melalui ketua PSSI, Edi Rahmayadi mengatakan bahwa mempersilahkan kepada klub jika ingin mogok bertanding.

Apa yang dilakukan oleh ketua PSSI itu merupakan buntut dari protes yang dilakukan oleh 15 klub Liga 1.

Seperti diberitakan sebelumnya 15 klub Liga 1 resmi mengajukan protes terkait beberapa aspek di Liga 1 yang dinilai tak sesuai kesepakatan awal.

Menanggapi hal itu Arema FC yang juga tergabung dalam Forum Klub Sepakbola Professional Indonesia (FKSPI) melalui media officer Sudarmaji menilai bahwa tujuan utama dari protes tersebut bukanlah pada aksi mogok.

Tetapi klub hanya ingin meminta beberapa penjelasan terkait hal-hal yang berhubungan dengan kompetisi yang tertuang dalam 15 poin tuntutan.

"Tujuan utamanya adalah untuk menyelamatkan kompetisi musim ini. Kemudian adalah langkah selanjutnya agar kompetisi menjadi lebih berkualitas di musim-musim yang akan datang.

"Sehingga klub-klub termasuk Arema FC berinisiatif untuk mengingatkan operator dan juga federasi terkait apa yang sudah disepakati di awal dulu," bebernya Senin (9/10/2017).

Di sisi lain, terkait dengan tanggapan dari federasi yang mempersilahkan klub untuk mogok, Sudarmaji menilai hal itu merupakan bagian dari dinamika kompetisi.

Sebenarnya, klub tidak menginginkan untuk mogok. Tetapi hanya meminta penjelasan terkait beberapa aspek yang dinilai masih belum jelas.

"Arema FC sebagai klub tidak pernah mengatakan mogok secara institusi. Tetapi jika berbicara masalah kompetisi tentu hal itu berhubungan langsung 18 klub peserta. Jika memang hal itu terjadi tentu kompetisi pasti akan terganggu," imbuhnya.

Sementara itu, Sudarmaji menambahkan bahwa sebenarnya klub memahami kondisi kompetisi saat ini yang masih belum berjalan maksimal.

"Tetapi, ada beberapa hal juga yang dinilai perlu diperjelas lagi oleh operator agar klub juga bisa lebih nyaman dalam menjalani kompetisi.

"Kami menyadari bahwa kompetisi musim ini memang masih dalam masa transisi usai hukuman Indonesia dicabut oleh FIFA.

"Sehingga mungkin liga masih belum berjalan secara ideal. Tetapi kami optimis akan ada jalan keluar terbaik terkait permasalahan yang muncul saat ini," pungkasnya.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help