SuryaMalang/

Malang Raya

Ada Tindakan Buang Waktu dan Uang dalam Penerbitan SK Soal Sekda Kota Malang, Benarkah?

Tergugat dalam gugatan itu adalah Wali Kota Malang, M Anton. Gugatan itu dilayangkan 28 September 2017.

Ada Tindakan Buang Waktu dan Uang dalam Penerbitan SK Soal Sekda Kota Malang, Benarkah?
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Wali Kota Malang, M Anton. 

“Dadi iki enek cerita semar gugat kahyangan. (Jadi ini ada cerita semar menggugat kahyangan, red.). Kenapa itu terjadi? Karena saya ingin berbuat amar ma’ruf (perintah menegakkan kebaikan). Semar itu adalah kawula alit (rakyat kecil),” ujar Jarot kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (12/10/2017).

Sedangkan kahyangan menggambarkan istana.

Istana ini bisa jadi menggambarkan balai kota.

Jika diartikan dalam kasus ini adalah seorang rakyat kecil menggugat pimpinannya.

Jarot menegaskan gugatan itu sebagai upaya menegakkan kebenaran, dalam hal ini proses penerbitan SK wali kota itu.

Menurutnya, ada indikasi proses yang keliru dalam penerbitan SK tersebut.

Dia menghargai proses seleksi terbuka yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) pada Juli 2017.

Dalam seleksi itu ada sejumlah persyaratan, termasuk usia maksimal pendaftar, yaitu 56 tahun per 31 Juli 2017.

Sampai sebulan masa pendaftaran dibuka, hanya ada dua  pendaftar, yakni Jarot dan Mulyono.

Dua orang ini memenuhi persyaratan dari segi umur.

Halaman
123
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help