SuryaMalang/

Malang Raya

Aneh, Wartawan Dilarang Bawa Alat Perekam ke Ruang Pejabat di Kota Malang Ini, Terkait KPK?

Awalnya pegawai sempat melarang wartawan membawa peralatan untuk mencatat seperti bolpoin, buku catatan, dan kertas.

Aneh, Wartawan Dilarang Bawa Alat Perekam ke Ruang Pejabat di Kota Malang Ini, Terkait KPK?
surya/aflahul abidin
Jarot Edy Sulistyo 

SURYAMALANG.COM pun pernah mewanwacarai Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, Ade Herawanto di ruang kerjanya.

Namun, tidak ada larangan membawa peralatan kerja bagi wartawan itu.

Sejumlah wartawan di Kota Malang juga mengaku tidak pernah menemukan aturan itu saat wawancara pejabat Pemkot Malang.

“Sebelum ada penggeledahan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi, red.), saya wawancara Pak Wasto yang ketika itu menjadi Kepala Barelintbang di ruang kerjanya. Tidak ada larangan tentang itu.”

“Begitu juga ketika wawancara Pak Erik Setyo Santoso yang saat itu menjadi kepala Disperkim. Juga tidak ada larangan seperti itu,” ujar Zainul, seorang wartawan media online di Kota Malang.

Sekedar diketahui, KPK menggeledah sejumlah tempat di Kota Malang pada 9 Agustus 2017.

Seiring penggeledahan itu, ada penetapan tersangka, yakni Jarot Edy Sulistyono, dan M Arief Wicaksono, anggota DPRD Kota Malang.

Arief yang ketika itu menjabat sebagai ketua DPRD Kota Malang ditetapkan tersangka karena diduga menerima suap dari Jarot Edy sebesar Rp 700 juta.

Uang itu diduga untuk penganggaran sejumlah proyek di P-APBD 2015.

Ketika itu Jarot menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan, dan Pengawasan Bangunan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help