SuryaMalang/

Malang Raya

Arief Wicaksono Terjerat Korupsi, Posisinya sebagai Ketua DPRD Kota Malang Digantikan Sosok Ini

Penetapan penggantian ketua dewan ini menindaklanjuti surat keputusan DPP PDIP yang menunjuk Hakim sebagai ketua dewan menggantikan Arief

Arief Wicaksono Terjerat Korupsi, Posisinya sebagai Ketua DPRD Kota Malang Digantikan Sosok Ini
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Arief Wicaksono 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - DPRD Kota Malang menetapkan Abdul Hakim menggantikan M Arief Wicaksono sebagai Ketua DPRD Kota Malang.

Penetapan ini disepakati dalam rapat paripurna di gedung dewan, Kamis (12/10/2017).

Penetapan penggantian ketua dewan ini menindaklanjuti surat keputusan DPP PDIP yang menunjuk Hakim sebagai ketua dewan menggantikan Arief.

Selanjutnya penetapan DPRD itu diserahkan ke Gubernur Jatim untuk mendapatkan persetujuan, dan kemudian pelantikan.

"Gubernur memiliki waktu kerja 14 hari. Mungkin pelantikan antara 26 - 31 Oktober 2017," ujar Abdul Hakim usai paripurna.

Setelah nanti dilantik, ia segera berkoordinasi di internal DPRD Kota Malang.

Menurutnya ada beberapa agenda penting yang harus segera dikerjakan oleh anggota legislastif, termasuk bersama dengan pihak eksekutif.

"Membahas Rancangan APBD 2018, juga pembahasan Ranperda. Sebab kinerja kita kan salah satunya diukur melalui produk legislasi yang dihasilkan," tegasnya.

Hakim menambahkan, dirinya sudah bersepakat dengan Badan Legislasi terkait masa pembahasan sebuah Ranperda.

"Ke depan pembahasan Ranperda dibatasi waktu, antara dua - tiga bulan selesai. Sehingga kerja lebih terukur. Kalau di pembahasan ada kendala juga harus segera dilaporkan," tegasnya.

Hakim dan Arief merupakan politisi PDIP. Partai berlambang banteng ini menjadi pemenang Pemilu 2014 di Kota Malang sehingga mendapatkan kursi terbanyak di gedung dewan, yakni 11 kursi. Untuk itu, PDIP memperoleh kursi ketua dewan.

Kursi ketua dewan sebelumnya diduduki oleh M Arief Wicaksono. Tanggal 10 Agustus lalu Arief mundur dari jabatan itu setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam dugaan korupsi menerima suap.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help