SuryaMalang/

Malang Raya

Dosen Universitas Brawijaya Dipanggil KPK, Dekan FEB Buka Fakta Baru

"Beliau posisinya di Tiongkok bersama istrinya untuk studi lanjut dengan dana dari universitas. "

Dosen Universitas Brawijaya Dipanggil KPK, Dekan FEB Buka Fakta Baru
SURYAMALANG.COM/M Taufik
Eddy Rumpoko di Polda Jatim, Sabtu (16/9/2017) malam. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Drs Nurkholis MBuss Ak PhD merasa kasihan pada dosen FEB UB, Yusuf Risantoso.

Yusuf mendapat panggilan KPK untuk menjadi saksi kasus dugaan korupsi yang melibatkan Wali Kota Batu.

"Beliau posisinya di Tiongkok bersama istrinya untuk studi lanjut dengan dana dari universitas. "

"Kondisinya student visanya belum jadi sehingga belum bisa meninggalkan negara itu. Bulan lalu ibundanya juga baru meninggal dunia, dan beliau tidak bisa pulang," katanya ketika ditemui SURYAMALANG.COM, Kamis (12/10/2017).

Yusuf sedang melaksanakan studi lanjut bidang manajemen di Wuhan University, Tiongkok sejak pertengahan 2017 hingga 3 tahun ke depan.

"Saya yakin beliau taat hukum. Kabarnya juga beliau sudah menghubungi pihak KPK mengenai kondisinya dan pasti akan langsung menghadap ketika pulang," lanjutnya.

Nurkholis juga tidak tahu-menahu mengenai proyek yang melibatkan Yusuf.

"Pihak fakultas tdak mencatat proyek luar dosen karena pasti banyak sekali. Ada yang diminta jadi konsultan, pemateri, dan lain sebagainya," ujarnya.

Ia pun mengaku tidak menerima surat tembusan pemanggilan KPK terhadap Yusuf.

"Malah saya tahunya baru dari internet sore kemarin (11/10/2017). Lalu saya cari tahu juga tidak ada catatan apa-apa di fakultas," terangnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya KPK memanggil tiga orang sebagai saksi kasus yang menjerat Wali Kota Batu Eddy Rumpoko untuk diperiksa, Rabu (11/10/2017).

Dari Universitas Brawijaya (UB) dosen yang dipanggil menjadi saksi adalah Yusuf Risantoso.

Dia merupakan dosen muda di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB.

Saat ini Yusuf sedang melanjutkan studi di Tiongkok.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help