SuryaMalang/

Malang Raya

Jarot dan Mulyono Gugat Wali Kota Malang M Anton dalam Perkara Ini . . .

Cerita ini disampaikan Jarot ketika dikonfirmasi terkait gugatannya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Surabaya

Jarot dan Mulyono Gugat Wali Kota Malang M Anton dalam Perkara Ini . . .
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Wali Kota Malang, M Anton, saat memberikan sambutan di Konferensi MWC NU Klojen, Minggu (8/10/2017) 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - 'Semar gugat kayangan' inilah cerita yang keluar dari mulut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Malang Jarot Edy Sulistyono, Kamis (12/10/2017).

Cerita ini disampaikan Jarot ketika dikonfirmasi terkait gugatannya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Surabaya.

Cerita ini bermula dari gugatan Jarot dan Mulyono, Staf Ahli Bidang Hukum Kota Malang.

Kedua pejabat Pemkot Malang ini menggugat surat keputusan (SK) wali kota tentang pengangkatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto. Tergugat dalam gugatan itu adalah Wali Kota Malang M Anton.

Gugatan itu dilayangkan 28 September 2017. Sidang perdana gugatan itu digelar Selasa (10/10/2017) di PTUN Surabaya.

Ketika dikonfirmasi tentang gugatan itu, Jarot awalnya berkilah, meskipun akhirnya bercerita kenapa dirinya menggugat. Dia mengawali ceritanya dengan perumpamaan 'semar menggugat kayangan'.

"Dadi iki enek cerita semar gugat kayangan. Kenapa itu terjadi, karena saya ingin berbuat amar ma'ruf (perintah menegakkan kebaikan). Semar itu kawula alit," ujar Jarot yang ditemui di ruang kerjanya.

Semar menggambarkan rakyat kecil. Sedangkan kayangan menggambarkan istana. Jika diartikan dalam kasus ini adalah seorang rakyat kecil yang menggugat pimpinannya.

"Kalau tidak sekarang, kapan lagi melakukan amar ma'ruf itu. Menuju kebaikan," tegasnya.

Menurutnya ada proses yang keliru dalam penerbitan SK wali kota tersebut.

SK itu menetapkan Wasto sebagai Sekda Kota Malang yang dilantik 4 Agustus 2017. SK itu kini berbuntut gugatan hukum ke PTUN karena proses pembuatan SK itu dinilai menyalahi aturan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help