SuryaMalang/

Malang Raya

Adakah Sanksi bagi Pejabat yang Gugat Wali Kota Malang? Begini Jawaban Abah Anton

Setelah upacara selesai, Jarot memilih meninggalkan Balai Kota Malang. Padahal masih ada acara ramah tamah antar kepala dinas di lantai dua bala kota.

Adakah Sanksi bagi Pejabat yang Gugat Wali Kota Malang? Begini Jawaban Abah Anton
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Kepala DPM-PTSP Kota Malang, Jarot Edy S (kanan) bersama Kepala BPKAD Kota Malang, Sapto usai upacara HUT Provinsi Jatim di Balkot Malang, Jumat (13/10/2017). 

SURYAMALANG. COM, KLOJEN – Dua pejabat Pemkot Malang menggugat Wali Kota Malang, M Anton ke PTUN Surabaya terkait penerbitan surat keputusan (SK) penetapan dan pengangkatan Wasto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang.

Dua pejabat yang menggugat Anton adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono, dan Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik Pemkot Malang, Mulyono.

M Anton mengaku tidak akan menegur dua pejabat yang menggugat dirinya ke PTUN Surabaya.

“Biarkan saja. Kan biasa ada yang puas dan ada yang tidak puas,” ujar Anton kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (13/10/2017).

Sementara itu, Jarot Edy hadir dalam upacara peringatan HUT Provinsi Jatim ke-72 di Balai Kota Malang tadi.

DIa memakai pakaian Jawa Timuran seperti aturan berpakaian di upacara peringatan itu.

Dia duduk di barisan belakang di deretan kursi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Malang.

Setelah upacara selesai, Jarot memilih meninggalkan Balai Kota Malang.

Padahal masih ada acara ramah tamah antar kepala dinas di lantai dua bala kota.

Dia meninggalkan balai kota melalui sayap belakang, dan berjalan santai bersama Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemkot Malang, Sapto.

“Kan sudah selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Mulyono tidak hadir di upacara itu karena masih ada di Jakarta.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help