SuryaMalang/

Jawa Timur

Misnadi Abdullah, Nabi Palsu dengan Ajaran Menyembah Matahari Ditetapkan Jadi Buronan Polisi

"Keberadaannya masih kami telusuri dan tetap kami pantau lewat media sosial," ujar AKBP Fadly saat ditemui di Polda Jatim, Jumat

Misnadi Abdullah, Nabi Palsu dengan Ajaran Menyembah Matahari Ditetapkan Jadi Buronan Polisi
BMKG
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Misnadi Abdullah yang diduga mengajarkan ajaran sesat (menyembah matahari) dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Probolinggo. Walau sudah di-DPO, Misnadi masih meng-update ajarannya lewat Facebook.

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad, mengungkapkan keberadaan Misnadi diperkirakan di luar Probolinggo. Hal itu diketahui dari postingan yang dikirim Misnadi lewat media sosial. Namun di mana Misnadi berada, kapolres mengaku masih mencarinya.

"Keberadaannya masih kami telusuri dan tetap kami pantau lewat media sosial," ujar AKBP Fadly saat ditemui di Polda Jatim, Jumat (13/10/2017).

Mantan Kapolres Tuban ini menjelaskan, untuk memantau keberadaan Misnadi, pihaknya bekerja sama dengan pihak terkait (penyelenggara operator seluler), MUI dan Cyber Crime Polda Jatim. Pasalnya, selama pencarian berlangsung, Misnadi rutin memposting ajarannya menyembah matahari lewat Facebook.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat, Misnadi bisa ditangkap," jelasnya.

Laporan dugaan ajaran sesat itu dibuat sekitar tiga bulan lalu. Anak Misnadi melaporkan ke polisi karena dipaksa mengikuti ajaran ayahnya, untuk menyembah matahari. Dari laporan yang ada, polisi akhirnya menyelidiki.

Selama pencarian, 17 September lalu, Misnadi menulis status di Facebook yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk menyembah matahari.

"Setelah update status, kami langsung koordinasi dengan MUI agar masyarakat tidak terpengaruh dengan ajaran dan ajakan Misnadi," kata Fadly.

Sesuai catatan yang ada di kepolisian, Misnadi juga terlibat perkara pencurian dan kekerasan (Curas) dan pengeroyokan.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help