SuryaMalang/

Malang Raya

Universitas Brawijaya Ternyata Kekurangan 400 Guru Besar, Tapi Segini Dosen yang Siap Percepatan

Untuk itu UB gencar melakukan percepatan guru besar pada dosen yang memenuhi syarat untuk diajukan menjadi guru besar.

Universitas Brawijaya Ternyata Kekurangan 400 Guru Besar, Tapi Segini Dosen yang Siap Percepatan
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Dr dr Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib MKes SpRad(K) dari Fakultas Kedokteran sebagai guru besar ke 234 Universitas Brawijaya. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Universitas Brawijaya masih harus mengejar kekurangan jumlah dosen bergelar akademik guru besar.

Jumlah kekurangannya tidaklah sedikit, yaitu sebanyak 400 orang guru besar.

Rektor UB, Prof M Bisri mengatakan jumlah itu sesuai dengan ketentuan ideal jumlah guru besar di sebuah universitas yaitu 10 persen dari total dosen.

"Idealnya sekitar 600 orang jika dihitung dari total dosen. Saat ini sudah ada 234 guru besar. Jadi kurangnya sekitar 400," kata Bisri pada SURYAMALANG.COM, Jumat (13/10/2017).

Untuk itu UB gencar melakukan percepatan guru besar pada dosen yang memenuhi syarat untuk diajukan menjadi guru besar.

"Dosen yang hampir memenuhi syarat kami kumpulkan semua. Lalu diseleksi. Sebenarnya sudah ada 80 dosen yang hampir memenuhi syarat, tapi yang mendekari hanya 20 orang," tuturnya.

Dari 20 orang tersebut memiliki angka kredit kumulatif (KUM) mendekati 850 yang merupakan syarat untuk pengajuan menjadi guru besar.

"Lalu dilihat kurangnya di bagian apa. Jika publikasinya yang kurang, akan diberi dana untuk mempercepat publikasi," ujarnya.

UB juga terus melakukan pemantauan bagi para dosen yang potensial untuk segera diajukan menjadi guru besar.

"Pihak keadministrasian dan wakil rektor bidang akademik terus memantau dan dibantu kekurangannya," lanjut Bisri.

Target tahun ini untuk mengukuhkan 10 guru besar juga sudah tercapai dengan dikukuhkannya guru besar ke 233 dan 234 beberapa hari yang lalu.

"Target tahun depan mengukuhkan 20 guru besar supaya bisa cepat tercapai jumlah idealnya," tutupnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help