Bahaya Menghisap Payudara Sebelum Menikah, Simak Baik-baik Penjelasan Dokter di Surabaya ini

Sekitar 100 siswi SMA Muhammadiyah 2 Pucang, Surabaya, Jumat (13/10/2017), mengikuti edukasi bahaya kanker.

Bahaya Menghisap Payudara Sebelum Menikah, Simak Baik-baik Penjelasan Dokter di Surabaya ini
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SURYAMALANG.com, SURABAYA - Sekitar 100 siswi SMA Muhammadiyah 2 Pucang, Surabaya, Jumat (13/10/2017), mengikuti edukasi bahaya kanker

Dalam forum tersebut, mereka tampak miris ketika tahu sang ahli, dr Ananto Sidohutomo MARS, menyebutkan bahwa payud4ra yang dihisap, berpotensi menyababkan kanker payud4ra. 

"Kalau nanti sudah menikah, silakan, tidak dilarang mengulum payud4ra.
Tapi ingatkan sikat gigi yang bersih dulu. Jika tidak dalam waktu lama kanker payud4ra bisa timbul karena kebiasaan ini," ucap Ananto di hadapan siswi. 

Para siswi itu juga makin merinding saat mereka diajak mengenali bahaya kanker serviks. 

Dalam kesempatan itu, Ananto mengingatkan para siswi agar lebih waspada ketika datang bulan dan mengalami keputihan.

Sebab, bisa jadi itu adalah indikasi bahwa vagina sedang tidak bersih, sehingga memicu kanker serviks.  

"Ingat, Semua kanker baru diketahui saat puluhan tahun. Jadi sejak dini perlu menjaga kebersihan organ wanita," kata Ananto yang juga Pemnina Yayasan Kanker Wisnuwardhana Surabaya.

Antari Shinta Dewi, salah satu anggota komite pengembangan potensi siswa SMA Muhammadiyah 2 Pucang, menyebutkan bahwa ajang edukasi kanker ini digelar sebagai bagian dari kegiatan keputrian. 

"Kami ingin mengedukasi siswi di sini. Sebagai orangtua harus dekat dengan anak perempuan. Dari hal kecil ingatkan jaga kebesihan kewanitaan setelah datang bulan," kata Antari.

Sedangkan Fauziah Putri, salah satu siswi, mengaku tercerahkan saat mengetahui bahwa kanker itu bisa menyerang kapan pun.

Apalagi jika ada perilaku pacaran yang berlebihan.

"Takut kanker. Makanya saya harus antisipatif setelah ini," ucap siswi kelas XII ini. (*)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved