SuryaMalang/

Malang Raya

Staf Belum Paham, Perusahaan Butuh Sinergi dengan Perguruan Tinggi untuk CSR

Dana CSR setiap perusahan tertumpuk banyak. Perusahaan yang baik akan kebingungan harus mendistribusikannya kemana agar tepat sasaran

Staf Belum Paham, Perusahaan Butuh Sinergi dengan Perguruan Tinggi untuk CSR
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Ketua forum Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Timur, Dr Jhon Hardi ST MSM CSM menjadi salah satu pembicara dalam Festival Inovasi, Gelar Produk dan Seminar Nasional di UMM Dome, Selasa (17/10/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Ketua forum Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Timur, Dr Jhon Hardi ST MSM CSM menjadi salah satu pembicara dalam Festival Inovasi, Gelar Produk dan Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Masyarakat Menuju Indonesia Berkemajuan di UMM Dome, Selasa (17/10/2017).

Topik pembahasannya bertema Kontribusi/Peran CSR dalam Inovasi - Hilirisasi Hasil Riset dan Pengabdian Masyarakat Menuju Indonesia Berkemajuan.

Dalam kesempatan itu, mantan karyawan Astra itu memaparkan CSR wajib dilakukan oleh perusahaan sesuai UU nomor 40 tahun 2007. Sayangnya, masyarakat belum mengetahui dan perusahaan belum memanfaatkan dengan baik dana CSR tersebut.

"Dana CSR setiap perusahan tertumpuk banyak. Perusahaan yang baik akan kebingungan harus mendistribusikannya kemana agar tepat sasaran," tutur Jhon.

Seringkali, ia melanjutkan, staf yang diberi mandat oleh perusahaan untuk menangani CSR tidak memahami secara utuh dan mendalam. Sementara, perusahaan memiliki tantangan yang berat dari komunitas masyarakat.

"Setiap perusahan pasti menghadapi anggapan, masalah, maupun tekanan dari masyarakat. Ketika CSR pun mereka masih dianggap tidak sungguh-sungguh. Apalagi jika staf yang menangani tidak paham dan menjalankan CSR dengan main-main saja," ujarnya.

Tidak sedikit juga perusahaan yang melaksanakan CSR hanya karena adanya undang-undang yang mengatur.

"Padahal tanggungjawab sosial pengusaha sudah ada sejak 1700 SM. Ketika itu warga yang membuat aliran air dan airnya tumpah ke jalanan warga lain akan dikenakan denda. Jika berdasar teori Elkington John, CSR perusahaan harusnya wajib melestarikan budaya lokal," kata dia.

Peran akademisi perguruan tinggi terbuka lebar untuk menyumbang pemikiran pada program CSR perusahaan.

"Misalnya perusahaan yang ingin membina industri kecil pasti butuh teknologi tepat guna, atau membutuhkan pakar dalam hal sistem informasi, atau analisis dampak lingkungan jika ingin membuat atau memperbaiki bangunan. Semua harus merangkul akademisi," ungkapnya.

Sejauh ini Forum CSR Jawa Timur telah bekerjasama dengan Universitas Brawijaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk mensistematiskan cara berpikir perusahaan dalam program CSR.

"Peluang ini terbuka sekali untuk semua dosen atau mahasiswa. Utamanya juga untuk mengawal agar tidak melakukan program seenaknya," tutupnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help