SuryaMalang/

Malang Raya

UNFPA: Ketidaksetaraan Ekonomi Terjadi di Seluruh Dunia

Laporan situasi kependudukan tersebut menggaris bawahi pada tema besar Dunia Terbelah: Kesehatan dan Hak Reproduksi di Era Ketidaksetaraan

UNFPA: Ketidaksetaraan Ekonomi Terjadi di Seluruh Dunia
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Kepala perwakilan United Nations Population Fund (UNFPA,) Dr Annette Sachs Robertson memberikan laporan Situasi Kependudukan Dunia 2017 di Studi UBTV, Selasa (17/10/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Kepala perwakilan United Nations Population Fund (UNFPA,) Dr Annette Sachs Robertson memberikan laporan Situasi Kependudukan Dunia 2017 di Studi UBTV, Selasa (17/10/2017).

Laporan situasi kependudukan tersebut menggaris bawahi pada tema besar Dunia Terbelah: Kesehatan dan Hak Reproduksi di Era Ketidaksetaraan.

Fakta yang mengawali laporan Annette adalah 34 negara di dunia mengalami kesenjangan penghasilan yang terus meningkat sejak 2013, salah satunya Indonesia.

"Indonesia menduduki nomor 6 negara ketidaksetaraan pendapatan. Bahkan 4 orang terkaya di Indonesia, tercatat lebih kaya dari 40 persen penduduk Indonesia, atau 100 juta orang," lanjutnya.

Status ekonomi, pendidikan, dan tempat tinggal yang masih belum setara itu mempengaruhi akses informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi.

"Hasilnya, 43 persen kehamilan di dunia tidak diinginkan, 89 juta tidak direncanakan, 48 juta melakukan praktik aborsi, 10 juta keguguran, dan 1 juta kelahiran mati, dan sebagian besar terjadi pada wanita dengan status ekonomi dan pendidikan rendah," rinci Annette.

Untuk mengatasi ketidaksetaraan itu, harus dilakukan tindakan antar sektoral, bertingkat, dan multi komponen.

"Harus dilakukan penyetaraan dari kelompok yang paling jauh tertinggal lalu bertahap naik. Juga dilaksanakan upaya kesehatan universal agar pelayanan kesehatan didapatkan secara merata," tuturnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help