SuryaMalang/

Travelling

Museum Angkut Kota Batu Raih Penghargaan Museum Terbaik se-Indonesia, Ini Alasannya

Operational Manager Museum Angkut, Endang A Shobirin mengatakan kebanyakan museum itu bendanya tidak boleh disentuh.

Museum Angkut Kota Batu Raih Penghargaan Museum Terbaik se-Indonesia, Ini Alasannya
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Staf Ahli Holding Jatim Park Group, Rio Imam Sendjojo (kiri) dan Operational Manager Museum Angkut, Endang A Shobirin (kanan) menunjukkan piagam dan penghargaan sebagai Museum Terbaik Kategori Milik Perorangan/masyarakat dalam rangka Penganugerahan Cagar Budaya dan Museum 2017 di area D’Topeng Museum Angkut, Senin (23/10/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Museum Angkut di Kota Batu meraih penghargaan sebagai Museum Terbaik Kategori Milik Perorangan atau masyarakat dalam rangka Penganugrahan Cagar Budaya dan Museum 2017 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Penghargaan yang diraih di Manado, Sulawesi Utara, pada pada Kamis (19/10/2017) itu ternyata menyingkirkan 435 museum yang ada di seluruh Indonesia.

Prestasi ini pertama kali didapat oleh Museum Angkut karena memiliki berbagai macam program.

Operational Manager Museum Angkut, Endang A Shobirin mengatakan kebanyakan museum itu bendanya tidak boleh disentuh.

Namun, di Museum Angkut wisatawan bisa lebih dekat dan bisa menyentuh beberapa koleksi.

"Tentu penghargaan ini berkat program-porgram yang telah dirancang Museum Angkut. Salah satunya, ialah standart museum harua update koleksi setiap satu tahun. Kami setiap tiga bulan upgrade koleksi," kata Endang.

Dalam lomba ini, lawan yang cukup berat dalam perlombaan ini adalah Yogyakarta dan Bali.

Staf Ahli Holding Jatim Park Group, Rio Imam Sendjojo menambahkan, Yogyakarta, Bali, Medan menjadi pesaing terberat karena di sana merupakan pesaing dengan koleksi museum terlengkap.

Sejak empat tahun berdiri, saat ini tercatat koleksi museum angkut ada 439 alat angkut, dengan rincian 199 mobil, 167 sepeda, dan 73 tidak bermesin.

“Selama empat tahun koleksi Museum Angkut sudah 439. Itu termasuk non mesin seperti pedati, becak dan sebagainya,” imbuh Rio.

Dengan adanya prestasi ink pihaknya akan melangkah lebih baik menjadi tempat wisata bertaraf internasional.

Ditambah memberikan konten terbaik tingkat modern bertaraf international. Tidak hanya dari sisi pameran dekorasi lebih interaktif dan mengedukasi.

“Tugas yang berat adalah mempertahankan prestasi. Semoga kami bisa meningkatkan kinerja kami menjadi museum yang dikenal hingga Asia Tenggara dan lebih luas,” pungkas Rio.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help