SuryaMalang/

Travelling

Kabar Gembira, Malang Tempo Doeloe Hadir Lagi, Silakan Catat Jadwalnya!

Ini jadi test case. Jadi hanya dilakukan selama satu hari dan itupun tidak di sepanjang Jalan Ijen. Hanya dari Gereja Ijen hingga Simpang Balapan

Kabar Gembira, Malang Tempo Doeloe Hadir Lagi, Silakan Catat Jadwalnya!
SURYAMALANG.COM/Adrianus
FOTO ARSIP - Pengunjung melihat pameran foto Malang Tempoe Doeloe yang berlangsung di Jalan Tugu Malang, Minggu (8/11/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Even Malang Tempo Doeloe (MTD) yang telah vakum selama 4 tahun, akan kembali hadir pada Minggu (12/11/2017). Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Malang, Dwi Cahyono mengatakan even tahun ini akan menjadi obat kangen masyarakat.

"Ini jadi test case. Jadi hanya dilakukan selama satu hari dan itupun tidak di sepanjang Jalan Ijen. Hanya dari Gereja Ijen hingga Simpang Balapan," kata Dwi pada SURYAMALANG.COM, Senin (6/11/2017).

Konsep acara Malang Tempo Doeloe sudah diadopsi oleh 10 kota di Indonesia dan test case tahun ini akan menjawab apakah masyarakat Malang masih membutuhkan even semacam ini atau hanya membutuhkan keramaian.

"Jadi satu hari nanti kita lihat animo masyarakat seperti apa. Apakah masih membutuhkan MTD dengan konsep tempo dulu yang kental dengan stan-stan tanpa PKL dan kostum tempo dulu. Jika test case ini tidak berhasil, maka kesimpulannya Malang tidak membutuhkan event MTD," ungkapnya.

Ia menceritakan pengalaman event MTD tahun sebelumnya yang malah didominasi PKL, sehingga tidak terjadi pembelajaran Malang tempo dulu yang diharapkan.

"Maunya kali ini murni pembelajaran sejarah, jadi pengunjung wajib menggunakan kostum atau atribut tempo dulu. Serta jika memang niat mau diteruskan untuk menjadi pembelajaran, ya jangan sampai event ini malah jadi pasar pindah," harapnya.

Konsep yang akan disuguhkan dalam Malang Tempo Doeloe adalah menggabungkan kelahiran Kota Malang dengan Malang Bumi Hangus 1947.

"Karena dekat juga dengan 10 November, jadi kami menyuguhkan sejarah perjuangan yang tidak hanya terjadi di Kota Surabaya. Banyak yang tidak tahu apa yang terjadi di Kota Malang. Tahunya hanya perobekan bendera di Surabaya. Padahal di sini ribuan bangunan dibumihanguskan," jelas Dwi.

Namun even kali ini hanya berskala kecil sebagai tombo kangen.

"Kemarin-kemarin pengunjungnya 400 ribu orang tapi konsepnya tidak tersampaikan. Jadi ini kecil saja asal benar-benar sesuai konsep," tambahnya.

Untuk mencegah adanya PKL masuk, akses jalan dibatasi hanya dua pintu yang relatif mudah dikontrol.

"Harapannya pemerintah sebagai pemilik gawe juga ikut menertibkan. Ada dishub dan satpol PP juga yang akan menjaga agar area steril dari PKL," katanya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help