SuryaMalang/

Travelling

Jalan Ini Nantinya Bisa Menghubungkan Pantai Selatan Malang dengan Bromo Tengger Semeru

Tentunya, pembangunan jalan di tiga koridor kawasan terpadu tersebut akan menimbulkan efek domino bagi masyarakat Kabupaten Malang

Jalan Ini Nantinya Bisa Menghubungkan Pantai Selatan Malang dengan Bromo Tengger Semeru
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Jalan menuju ke wisata Pantai Kondang Merak di Kabupaten Malang, Selasa (7/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pemkab Malang merencanakan peningkatan infrastruktur jalan di tiga koridor kawasan terpadu. Yakni jalan menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jalur Lintas Selatan (JLS), dan sekitar 100 km jalan kawasan wisata pantai selatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Romdhoni mengatakan, banyaknya destinasi wisata di pantai selatan Kabupaten Malang memiliki potensi cukup besar. Dengan demikian, nantinya direncanakan kawasan wisata pantai selatan bisa terhubung dengan jalan kawasan TNBTS.

"Tentunya, pembangunan jalan di tiga koridor kawasan terpadu tersebut akan menimbulkan efek domino bagi masyarakat Kabupaten Malang," kata Romdhoni, Selasa (7/11/2017).

Dijelaskan Romdhoni, peningkatan jalan tiga koridor itu sebagai rencana penting dalam mempercepat terwujudnya program Kabupaten Malang terpadu. Jika tiga ruas jalan di kawasan terpadu sudah terhubung semua, maka Kabupaten Malang akan menjadi jantung Jawa Timur. Terutama dari sisi kepariwisataan, baik wisata pantai maupun TNBTS maka tiga koridor jalan itu akan menjadi pintu masuk utama bagi para wisatawan.

"Misalanya untuk wisatawan mancanegara yang akan ke BTS, pasti akan lebih memilih Kabupaten Malang sebagai pintu masuk daripada melewati pintu masuk dari kabupaten lainnya," ucap Romdhoni.

Selain itu, lanjut Romdhoni, adanya rencana perubahan status jalan yang sebelumnya sebagai jalan Kabupaten menjadi jalan Provinsi diharapkan juga akan meningkatkan kualitas jalan di Kabupaten Malang. Seperti jalan Karangploso-Giri Purno (perbatasan Kota Batu) sepanjang 4,6 km, Mangliawan-Tumpang sepanjang 15,6 km, Tumpang-Wonomulyo sepanjang 3,9 km, dan Talok-Wonomulyo sepanjang 18,7 km.

"Ruas jalan tersebut yang saat ini sedang kami usulkan untuk dilakukan perubahan status jalan kabupaten menjadi jalan Provinsi," ujar Romdhoni.

Keempat ruas jalan tersebut, tambah Romdhoni, selain direncanakan perubahan status, ukuran lebar jalan juga akan ikut berubah. Perubahan ukuran lebar jalan yang semula sekitar 2 meter, akan diperlebar sesuai status maksimal 5 meter.

"Perubahan status dan lebar jalan tersebut diharapkan akan dapat menunjang pengembangan tiga jalan koridor kawasan terpadu Kabupaten Malang," tandas Romdhoni.

Memang, diakui Romdhoni, usulan perubahan status jalan dalam upaya mendukung daya dukung program pembangunan, juga berkaitan dengan anggaran daerah. Ini dikarenakan kekuatan anggaran daerah cukup terbatas. Saat ini masih berkutat pada proses pemeliharaan dan rehabilitiasi jalan rusak.

Dan dengan adanya perubahan status jalan dari kabupaten ke provinsi nantinya, maka akan merubah panjang kewenangan jalan di Kabupaten Malang. Dari panjang jalan provinsi yang sekarang 110,12 Km menjadi 152,9 Km. Sedangkan untuk jalan Kabupaten dari 1.668,76 Km menjadi 1.625,96 Km.

"Jadi usulan perubahan status jalan sebagai salah satu langkah meringankan beban APBD Kabupaten Malang," tutur Romdhoni.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help