SuryaMalang/

KPK Geledah Balai Kota Malang

KPK Tahan Tersangka Penyogok Mantan Ketua DPRD Kota Malang

PEJABAT PEMKOT MALANG akhirnya ditahan atas sangkaan menyogok Rp 750 juta kepada Arief Wicaksono saat menjabat Ketua DPRD Kota Malang. EDAN TENAN!

KPK Tahan Tersangka Penyogok Mantan Ketua DPRD Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Kepala DPM-PTSP Kota Malang, Jarot Edy S (kanan) bersama Kepala BPKAD Kota Malang, Sapto usai upacara HUT Provinsi Jatim di Balkot Malang, Jumat (13/10/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono (JES), Kamis (9/11/2017).

Penahanan terhadap Jarot dilakukan setelah pemeriksaan terhadap dirinya sebagai tersangka penyogok Arief Wicaksono semasa menjabat Ketua DPRD Kota Malang. 

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengabarkan penahanan itu.

"Untuk kepentingan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015, pada hari ini (9/11) penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya hukum penahanan terhadap tersangka JES," ujar Arsa, panggilan akrab Priharsa, kepada Surya, Kamis (9/11/2017).

JES diperiksa sebagai tersangka ketika dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan Pemkot Malang tahun 2015. Menurut Arsa, penyidik menahan Jarot untuk 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini di Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK.

JES menjalani pemeriksaan sebagai tersangka sejak pagi di gedung KPK. Pada Agustus lalu, penyidik KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka perkara dugaan korupsi memberikan hadiah berupa uang tunai (suap) kepada mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono sebesar Rp 700 juta.

Suap itu diduga untuk meloloskan sejumlah program dalam pembahasan APBD-Perubahan 2015. Penyidik telah menahan Arief usai pemeriksaan pekan lalu.

Pekan lalu, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Jarot. Tetapi pekan lalu Jarot tidak memenuhi panggilan itu.

Hari ini penyidik anti rasuah kembali memanggil Jarot. Jarot memenuhi panggilan itu dan setelahnya penyidik juga menahan Jarot.

Selama penyidikan perkara ini, KPK memeriksa puluhan saksi yang terdiri atas anggota DPRD Kota Malang dan pejabat Pemkot Malang. 

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help