SuryaMalang/

Travelling

Instagramable dan Wajib Dikunjungi Guys, Lima Koridor Wisata Heritage Nge-hits Kota Malang

"Mereka pun tetap mau menikmati wisata heritage kok. Memang lebih banyak tujuan utamanya untuk belajar," ujar Cindy Asta

Instagramable dan Wajib Dikunjungi Guys, Lima  Koridor Wisata Heritage Nge-hits Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Balai Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kota Malang menjadi salah satu jujugan wisatawan asing. Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang menyebut tahun 2016 jumlah kunjungan wisatawan asing mencapai 8.500-an orang. Sementara di tahun 2017 ini sudah mencapai 12.000 an orang wisatawan asing.

Lalu wisata apakah yang menarik wisatawan asing saat mengunjungi Kota Malang. Kepala Seksi Promosi Disbudpar Kota Malang Agung Bhuwana menyebut 65 persen wisatawan asing berwisata heritage di Kota Malang

"Ada 65 persen wisatawan asing datang ke Kota Malang itu untuk berwisata heritage dan culture. Wisatawan asing ini antara lain berasal dari Perancis, Jerman, Belanda, Belgia, juga sejumlah negara dari Eropa Timur. Khusus wisatawan Belanda dan Belgia datang ke Malang untuk mencari jejak leluhur mereka," ujar Agung dalam perbincangan dengan SURYAMALANG.COM beberapa waktu lalu. 

Agung menambahkan setiap tahun selalu terjadi kenaikan jumlah wisatawan asing. Apalagi seiring dengan target pemerintah kunjungan 20 juta wisatawan asing ke Indonesia di tahun 2019, maka Kota Malang juga harus menyukseskan target tersebut.

Untuk menjamu wisatawan asing menikmati wisata heritage di Kota Malang, Disbudpar Kota Malang memiliki lima koridor wisata heritage. Kelima koridor itu adalah koridor Ijen, Kayutangan, Celaket, Pecinan, dan Kanjuruhan. Empat koridor pertama dipenuhi oleh situs (benda, jalur, dan sejarah) era Belanda dan sebelumnya, dan untuk koridor Kanjuruhan merupakan wisata peninggalan era Kerajaan Kanjuruhan.

Koridor Ijen dan kayutangan bisa dibilang sebagai koridor yang paling 'ngehits', diikuti dengan koridor Celaket dan Pecinan. Keempat koridor ini menjadi bukti penataan Kota Malang menjadi sebuah kota praja yang modern. 

Wisatawan asing yang berusia tua atau generasi opa dan oma menjadikan koridor Ijen dan Kayutangan sebagai jujugan wisata. Tetapi wisatawan asing generasi milenial juga tidak mau kalah. Ketika datang ke Kota Malang, mereka menjadikan koridor heritage trail ini sebagai lokasi jalan-jalan.

Anak Kini Tak Mau Kalah

Lalu bagaimana dengan 'kids zaman now' atau Generasi Milenial Indonesia saat ini. 

"Mereka pun tetap mau menikmati wisata heritage kok. Memang lebih banyak tujuan utamanya untuk belajar," ujar Cindy Asta, dari Komunitas A Day to Walk. 

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help