SuryaMalang/

Travelling

Lambang Cinta dan Kasih Sayang, Teluk Love di Jember yang Instagramable Wajib Dikunjungi

Kedua tempat ini saling terhubung. Jika ingin melihat Teluk Love maka pengunjung harus mendaki Bukit Teluk Love.

Lambang Cinta dan Kasih Sayang, Teluk Love di Jember yang Instagramable Wajib Dikunjungi
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Teluk Love di Desa Sumbererejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Setahun terakhir ada satu tempat wisata yang terbilang Instagramable di Kabupaten Jember, yakni Teluk Love dan Bukit Teluk Love. Jika mengetik kata kunci Teluk Love Jember di mesin pencari, maka akan bertebaran tentang foto-foto daerah itu. Foto juga banyak tersaji dari media sosial.

Lalu di manakah Teluk Love itu? Bagi warga kawasan Kecamatan Ambulu, apa yang disebut Teluk Love merupakan sebuah pantai di seputaran Pantai Payangan Desa Sumbererejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Teluk itu tidak bisa dijangkau secara langsung karena harus melewati muara.

Lalu ada Bukit Teluk Love. Kedua tempat ini saling terhubung. Jika ingin melihat Teluk Love maka pengunjung harus mendaki Bukit Teluk Love.

Sama halnya dengan Teluk Love, Bukit Teluk Love bukan sesuatu yang baru baru warga setempat. Warga setempat menyebut Bukit Teluk Love dengan nama Bukit Suroyo, kadang pula disebut Bukit Domba. Bukit Suroyo merupakan salah satu gugusan bukit yang bertebaran di pinggir Laut Selatan Jawa itu. Bukit yang berfungsi sebagai penahan gemburan ombak laut ke daratan.

Nama Teluk Love dan Bukit Teluk Love baru tercetus tiga tahun terakhir. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Masyarakat Sadar Wisata Lestari Bahari (Massyawil) yang mengelola kawasan wisata itu mencetuskan nama itu.

Saat mendaki Bukit Teluk Love, akan tersaji pemandangan Teluk Love di bawah. Disebut Love karena pertemuan garis pantai dengan titik karang seakan membentuk gambar hati yang selama ini diasosiakan sebagai perlambang cinta/kasih sayang atau love.

"Akhirnya pantai di bawah yang memang teluk diberi nama Teluk Love, dan Bukit Suroyo yang menjadi bukit pandang juga dinamai Bukit Teluk Love," ujar Suto Wijoyo, Ketua Pokdarwis Massyawil dalam perbincangan dengan SURYAMALANG.COM Oktober lalu.

Kekuatan media sosial melambungkan bukit dan teluk yang berada di pesisir Laut Jawa tersebut. Hanya butuh waktu tiga tahun, tempat itu terkenal. Tempat yang ramai pengunjung, untuk sekadar berfoto berlatar belakang Teluk Love.

Akibat membludaknya pengunjung, pengelola bisa meraup sekitar Rp 9 juta setiap minggu dari uang masuk per orang Rp 5.000. Artinya setiap pekan ada sekitar 1.500 - 2.000 orang pengunjung. Pengunjung paling ramai ada di hari libur, Minggu.

"Tetapi hari aktif tetap juga ada pengunjung, meski tidak sebanyak hari Sabtu dan terutama Minggu," ujarnya.

Sebelum dikelola sebagai tempat wisata, Bukit Teluk Love atau Bukit Suroyo hanya sebagai bukit penahan gemburan ombak. Bukit setinggi sekitar 200 meter itu juga menjadi area menggembala domba. Warga sekitar melepaskan dombanya ke bukit itu untuk mencari makan.

Kini setelah menjadi tempat wisata, tak begitu banyak domba berkeliaran. Satwa lain yang masih ada di bukit itu adalah kera.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help