SuryaMalang/

Surabaya

Pemprov Jatim Subsidi Rp 1,3 Triliun untuk GTT dan PTT tapi Tidak Semua, Apa Kriterianya?

KABAR BAIK UNTUK HONORER. Tidak semua GTT dan PTT akan mendapat subsidi tapi hanya 8.000 orang. Bagaimana menentukannya?

Pemprov Jatim Subsidi Rp 1,3 Triliun untuk GTT dan PTT tapi Tidak Semua, Apa Kriterianya?
suryamalang.com
ILUSTRASI - Guru tidak tetap. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Dinas Pendidikan Jawa Timur akan menganggarkan subsidi untuk guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) hingga bulan ke-14 pada tahun 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman, mengatakan, selama ini GTT/PTT hanya mendapat gaji 12 bulan. Nantinya, mereka akan mendapat subsidi ke-13 dan 14 dari pemerintah provinsi. Besaran subsidi yang diberikan dari APBD Jatim itu adalah Rp 750 ribu per bulan.

”Total ada Rp 1,3 triliun yang dialokasikan untuk kesejahteraan guru, yang prinsipnya bisa meringankan beban sekolah," urainya pada SURYA.co.id, Senin (13/11/2017).

Namun, tidak semua GTT dan PTT akan mendapat subsidi. Hanya 8.000 GTT dan PTT yang akan disubsidi. Dikatakannya, GTT dan PTT yang disubsidi itu sudah melalui mekanisme seleksi sesuai ketentuan yang ada.

"Subsidi tersebut memang diberikan untuk menunjang kesejahteraan guru. Demikian pula tunjangan perbaikan penghasilan untuk guru PNS nonsertifikasi," ujarnya.

Saiful juga mengantisipasi agar berbagai tunjangan diberikan pemerintah daerah kepada para guru bisa memberikan dampak signifikan untuk meningkatkan prestasi guru. Sehingga ia mendorong para guru untuk menjaga prestasi dan kualitasnya.

"Sesuai ketentuan, sebenarnya ada 10 persen dari tunjangan profesi guru (TPG) yang diterima dialokasikan untuk menjaga profesionalitas guru itu sendiri. Selama ini hal itu belum nampak,” katanya.

Untuk itu, pihaknya akan mengusulkan agar para guru mau menerapkan ketentuan tersebut. Yakni, untuk aktivitas pengembangan profesionalitas guru. Kontrolnya, akan dibuat aturan.

Dia berharap, para guru tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam aktivitas pengembangan profesionalitasnya. ”Saat disurvei, tidak pernah ikut workshop, tidak ikut penataran, terus uangnya untuk apa,” ujarnya.

Untuk GTT, dia mengakui, subsidi yang diberikan memang belum sepadan untuk penguatan profesionalitas guru.

Penulis: sulvi sofiana
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help