SuryaMalang/

Malaysia

Pengadilan Malaysia Hukum 150 Tahun Penjara untuk Ibu yang Lacurkan Dua Putrinya

IBU PAKSA DUA PUTRINYA MELACUR. Pengadilan Malaysia menghukum perempuan 39 tahun itu selama 150 tahun penjara. BACA KISAHNYA-->>

Pengadilan Malaysia Hukum 150 Tahun Penjara untuk Ibu yang Lacurkan Dua Putrinya
THE STAR/ASIA NEWS NETWORK
Terlihat di foto Ibu berusia 39 tahun dengan muka diburamkan yang dipenjara 150 tahun setelah terbukti bersalah menjadikan kedua putrinya sebagai wanita tunasusila, 13/11/2017. 

SURYAMALANG.COM, JOHOR BAHRU - Pengadilan Malaysia memberikan hukuman penjara selama 150 tahun kepada seorang perempuan di Johor Bahru karena melakukan tindakan prostitusi dengan melibatkan anaknya yang masih di bawah umur.

Seperti dilaporkan The Star Online, Senin (13/11/2017), wanita berusia 39 tahun ini diganjar vonis yang sangat berat karena terbukti bersalah “menjual” kedua putrinya sebagai PSK.

Wanita yang tidak disebutkan identitasnya ini mengaku bersalah atas 10 dakwaan yang masing-masing ancaman hukumannya selama 10 tahun.

Proses persidangan membuktikan, pelaku dengan tega memaksa dua putrinya yang masing-masing baru berusia 10 dan 13 tahun untuk melayani nafsu berahi seorang pria Bangladesh awal Oktober lalu di sebuah hotel di pusat kota Johor Bahru.

Yang semakin memilukan, perbuatan yang mengoyak hati nurani ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan berkali-kali.

Kedua putrinya yang masih di bawah umur tersebut dipaksa untuk melayani pria Bangladesh itu selama 5 hari pada tanggal 1, 4, 5, 6, dan 7 Oktober.

Si ibu memasang tarif sebesar 50 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 162.000, untuk satu sesi bercinta dengan kedua putrinya itu.

Perempuan itu kemudian menyaksikan aksi bercinta kedua putrinya itu dengan pelanggan yang sudah membayar.

Selama persidangan, pelaku memelas dan memohon agar hakim meringankan hukumannya dengan menjatuhkan denda.

Alasannya, dia masih harus merawat dua anaknya yang ada di rumah, masing-masing berusia 4 dan 5 tahun.

Halaman
12
Editor: yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help