SuryaMalang/

Malang Raya

Plengsengan Longsor Tewaskan 1 Korban, Warga Joyogrand Inside Kota Malang Takutkan Hal Ini

Kelima rumah ini sederet dengan rumah di Blok A No 14 yang terkena longsoran plengsengan, Minggu (12/11/2017) sore.

Plengsengan Longsor Tewaskan 1 Korban, Warga Joyogrand Inside Kota Malang Takutkan Hal Ini
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Polisi dan petugas BPBD Kota Malang melihat lokasi longsor di Perumahan Joyogrand Inside, Kota Malang, Senin (13/11/2017). Longsor yang terjadi pada 12 November 2017 sore ini mengakibatkan satu penghuni tewas dan satu penghuni luka-luka. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Setidaknya lima rumah di Perumahan Joyogrand Inside Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang rentan terkena longsoran plengsengan.

Kelima rumah ini sederet dengan rumah di Blok A No 14 yang terkena longsoran plengsengan, Minggu (12/11/2017) sore.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM di lokasi, terdapat enam rumah yang di belakangnya langsung mepet dengan plengsengan yang di atasnya belum ada bangunan. Plengsengan tanah itu dilapisi penahan bermaterial batu dan semen.

Di atas plengsengan itu masih kosong, sedangkan di sisi lain tanah kosong itu sudah berdiri beberapa rumah. Beberapa rumah itu masih dalam tahap pembangunan, dan bakal menjadi perumahan baru. Warga Perumahan Joyogrand Inside menyebut perumahan itu bernama Joyogrand Danendra.

Perumahan baru ini berada di atas perumahan Joyogrand Inside, meski berdempetan. Plengsengan yang di atasnya tanah kosong inilah yang longsor, Minggu (12/11/2017) sore. Panjang plengsengan tanah kosong itu sekitar 70 meter.

Plengsengan itu tingginya sekitar tujuh meter dari tanah di area perumahan Joyogrand Inside di deretan Blok A. Titik longsor berada di atas rumah Blok A No 14, atau rumah keluarga Paulina (20) mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Rumah ini berada di paling ujung di blok A dari arah gerbang masuk Joyogrand Inside. Tanah yang longsor sepanjang tembok belakang rumah keluarga Paulina, sekitar 10 meter.

Seperti diberitakan sebelumnya, longsoran itu merusakkan rumah Paulina dan menewaskan satu orang yakni Dina Oktaviani (20) juga mahasiswi UB.

Kini warga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah yang rusak itu khawatir. Mereka khawatir plengsengan tanah kosong di atas deretan rumah mereka ikut longsor ketika hujan deras menerjang kawasan setempat.

Keluarga Hafid Abdul Basith akhirnya menunda kepindahan mereka di rumah mereka di perumahan itu. Rumah itu bersebelahan dengan rumah Paulina. Rumah itu bakal ditempati anak Hafid, Eko Saputro bersama istri dan bayinya. Rencananya keluarga kecil itu bakal menempati rumah itu, Rabu (15/11/2017).

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help