SuryaMalang/

Malang Raya

Kalah Posisi, Mahasiswa UIN Malang Raih Peringkat 2 Debat Bahasa Arab Nasional

Saat itu kami ditentukan berada di posisi pro dan kalah argumen karena realitanya negara Asean memang belum siap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia

Kalah Posisi, Mahasiswa UIN Malang Raih Peringkat 2 Debat Bahasa Arab Nasional
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Aad dan Rahna menunjukkan piala peringkat 2 Lomba Debat Bahasa Arab Nasional yang mereka raih, Selasa (14/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Posisi sebagai tim pro atau kontra dalam lomba debat bahasa ternyata sangat berpengaruh pada kemenangan tim tersebut. Hal itu yang terjadi pada tim UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam lomba debat Bahasa Arab di UIN Jakarta, Oktober 2017.

Rahna Mahesi Retnani, Aad Nur Sayyidus Syukur, dan Nandang Nurdiansyah harus mengakui keunggulan tim Ponpes Darussunah dalam babak final dengan tema Negara-Negara Asean Siap untuk Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia.

"Saat itu kami ditentukan berada di posisi pro dan kalah argumen karena realitanya negara Asean memang belum siap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia," jelas Aad pada SURYAMALANG.COM, Selasa (15/11/2017).

Bagi Aad dan Rahna, kesulitan dalam debat bahasa asing, termasuk Bahasa Arab adalah membutuhkan dua kali berpikir. Yaitu berpikir apa yang akan dikatakan untuk menjawab topik dan memikirkan bahasa yang tepat sesuai konteks.

"Rata-rata kekurangannya pasti ada satu atau dua kali tersendat. Tapi itu hal biasa karena native speaker juga tidak terhindar dari hal tersebut," lanjut mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab UIN Maliki itu.

Rahna menambahkan, dalam debat juga peserta diwajibkan menguasai berbagai pengetahuan umum karena singkatnya waktu penentuan topik dan dimulainya lomba.

"Tidak bisa hanya mengandalkan buka internet setelah topik diberikan. Peserta harus paham latar belakang masalah dan memahami materi. Tapi meskipun kami kalah posisi, kami bersyukur hanya selisih dua poin dan bisa meraih peringkat 2," katanya.

Apalagi, pesaing mereka di final adalah tim yang sebelumnya telah menjuarai kejuaraan Asia dan menjadi best speaker dalam ajang debat Bahasa Arab tingkat Asia Tenggara.

"Ini sudah bersyukur sekali karena kami tidak ada persiapan apa-apa, bahkan sampai hari H keberangkatan kami masih belum jelas apakah jadi berangkat atau tidak," ungkap Rahna lalu tertawa.

Untuk menghadapi kompetisi selanjutnya di UNPAD dengan hadiah piala Menpora, tim UIN Maliki terus meningkatkan chemistry tim dan mempelajari kosakata kontemporer setiap hari.

"Terutama kosakata dalam debat dan syair karena sangat membantu dalam lomba," tutupnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help