SuryaMalang/

Malang Raya

Seminar di UB Malang : Kerjasama Selatan-Selatan Perjuangkan Kepentingan Nasional

Kerjasama Selatan-Selatan (KSS) sudah menjadi prioritas nasional dan menjadi instrumen memperjuangkan kepentingan nasional.

Seminar di UB Malang : Kerjasama Selatan-Selatan Perjuangkan Kepentingan Nasional
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Seminar on Indonesia‚Äôs South-South Cooperation (Kerjasama Selatan-Selatan): Exploring the Potentials, Selasa (14/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Direktur Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional KemenPPN/BAPPENAS, RM Dewo Broto Joko P, SH, LLM, menjadi salah satu pembicara dalam Seminar on Indonesia’s South-South Cooperation (Kerjasama Selatan-Selatan): Exploring the Potentials, di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Selasa (14/11/2017).

Perwakilan tim pelaksana Tim Kornas KSS Indonesia itu mengatakan posisi Indonesia yang semakin meningkat menjadi Negara Berkembang Berpenghasilan Menengah (Middle Income Developing Countries) dan anggota G-20, membuat Indonesia harus lebih berperan. Terutama bagi negara selatan yang masih berkembang.

"Kerjasama Selatan-Selatan (KSS) sudah menjadi prioritas nasional dan menjadi instrumen memperjuangkan kepentingan nasional. KSS ini menjadi kendaraannya," terangnya.

Ia melanjutkan, pada 2017 Indonesia semakin aktif memberikan berbagai bantuan kepada sesama negara berkembang dalam skema KSS.

"Baik berupa pengembangan kapasitas maupun kerja sama teknik lain pada tiga bidang unggulan yakni pembangunan, tata kelola pemerintahan yang baik, dan ekonomi," paparnya.

Pada tahun ini Indonesia telah melakukan KSS di 66 negara dengan 2.222 peserta dan melaksanakan 134 program termasuk program bantuan pertanian dan peternakan.

"KSS ini bukan hanya charity tapi juga bagaimana bisa memperjuangkan kepentingan nasional di bidang politik dan ekonomi. KSS juga tidak hanya untuk kepentingan internasional, tapi juga mendukung pembangunan di Indonesia," tutur Dewo.

Ia berharap KSS bisa menjadi alat memperjuangan kepentingan Indonesia. Apalagi, Indonesia adalah negara yang berpengaruh di asia pasifik.

"Harapannya Indonesia bisa menjadi negara penyumbang terbesar di Asia dengan KSS sebagai alatnya," lanjut dia.

Ia juga berharap Indonesia bisa lebih berpengaruh dan meningkatkan kesejahteraan negara yang dibantu, serta meningkatkan kesejahteraan Indonesia.

"Saya harap pula pihak akademisi, terutama UB sebagai satu-satunya pemilik pusat kajian KSS, bisa berperan aktif memberi masukan untuk merumuskan kebijakan dan menyusun rancangan KSS," tutupnya.

*Artikel ini telah mengalami perbaikan naskah 

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help