SuryaMalang/
Home »

Sport

» MotoGP

MotoGP

Jadi Juara Dunia MotoGP 2017, Manajer Tim Honda Justru Mundur dengan Alasan Ini

Livio Suppo secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan tim Honda, Senin (13/11/2017).

Jadi Juara Dunia MotoGP 2017, Manajer Tim Honda Justru Mundur dengan Alasan Ini
MOTOGP.COM
Pebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez, memacu motornya pada hari ketiga tes pramusim MotoGP 2017 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (12/3/2017). 

SURYAMALANG.COM - Hasil gemilang yang didapat tim Honda di MotoGP 2017 ternyata melahirkan keputusan mengejutkan dari sang manajer.

Livio Suppo secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan tim Honda, Senin (13/11/2017).

Livio Suppo adalah manajer tim Honda yang telah bergabung sejak akhir tahun 2009.

Sebelumnya ia sudah mempunyai pengalaman ketika bersama di Ducati.

Namun sekarang manajer asal Italia itu mengucapkan perpisahan untuk Honda dan MotoGP.

Manajer tim Honda, Livio Suppo
Manajer tim Honda, Livio Suppo (MOTOGP.COM)

Livio Suppo memilih untuk meninggalkan dunia balap MotoGPsetelah melihat kesuksesan Marc Marquez yang luar biasa.

"Saya pikir sekarang adalah saat yang tepat untuk pergi,"

"Saya masih memiliki kontrak satu tahun dengan HRC, tapi saat ini HRC memiliki segalanya di bawah kendali untuk tahun depan, pebalap dan sponsor berada di bawah kontrak, sehingga sebagian besar pekerjaan saya sudah selesai untuk tahun depan," ujar Livio Suppo dikutip BolaSport.com dari Tuttomotoriweb.

Selanjutnya, Livio Suppo pun berencana untuk mewujudkan mimpi pribadinya yang selama ini tertunda, dan berusaha mencari tantangan baru.

Komentar Terkait Karier Marc Marquez

Saat mengucapkan perpisahan kepada awal media, Livio Suppo juga sedikit berkomentar dengan karier Marc Marquez.

Suppo membandingkan jika karier Marc Marquez tidak seperti Valentino Rossi.

Menurutnya Rossi selalu punya motor terbaik, tetapi Marquez tidak selalu seperti itu.

Selain itu, Suppo juga menyarankan supaya Marc Marquez suatu saat nanti menjajal tim lain.

"Marc tidak dalam situasi yang sama, dia tidak selalu memiliki motor terbaik, tapi mungkin dalam tiga sampai empat tahun dia bisa memutuskan untuk mengganti tim untuk mencoba dan menang dengan motor lain," ujar Suppo.

Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help