SuryaMalang/

Malang Raya

Edukasi Masyarakat Soal Keuangan, OJK Malang Diskusi Bareng Wartawan

Kepala OJK Malang, Widodo menyampaikan bahwa peran media sangat penting untuk menyosialisasikan program maupun mengedukasi masyarakat.

Edukasi Masyarakat Soal Keuangan, OJK Malang Diskusi Bareng Wartawan
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Kepala OJK Malang Widodo saat menyampaikan materi terkait investasi dan seluk beluknya, Jumat (17/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menggelar diskusi bersama wartawan media massa di Hotel Tugu, Kota Malang, Jumat (17/11/2017) siang. Diskusi itu bertemakan 'Mengenal OJK Lebih Dekat Bagi Jurnalis Media Ngalam'.

Kepala OJK Malang, Widodo menyampaikan bahwa peran media sangat penting untuk menyosialisasikan program maupun mengedukasi masyarakat.

"Di sini kita sangat berkepentingan untuk bersinergi, karena amanat kita untuk meningkatkan literasi masyarakat dengan menggunakan produk jasa keuangan," paparnya, Jumat (17/11/2017).

Saat ini, lanjut dia, pengawasan terhadap maraknya penawaran investasi menjadi program prioritas utama OJK. Dengan kemajuan teknologi digital, penawaran investasi kepada masyarakat semakin mudah.

"Untuk itu, kita ingin memberikan edukasi bagaimana perbedaan antara investasi legal dan ilegal," papar pria yangbaru menjabat sekitar dua bulan ini.

Hal itu juga menjadi konsen utama OJK saat ini. OJK sampai membentuk tim satgas investasi dengan menggandeng beberapa pihak seperti kejaksaan, kepolisian, hingga Kementerian Perdagangan.

Dia menerangkan, sebenarnya investasi bodong bisa dilihat melalui beberapa ciri antara lain menawarkan return yang tidak wajar, menggunakan tokoh masyarakat atau pejabat untuk menarik nasabah, serta apakah mengantongi ijin dari OJK.

Dia pun mengimbau, jika ada masyarakat yang merasa dirugikan akan adanya investasi bodong tersebut, agar segera melapor ke OJK.

"Nasabah harus benar-benar paham akan hal itu," imbuhnya.

Menurut data OJK Malang, warga Malang paling banyak mengambil kredit untuk modal kerja. Dari Januari-September 2017, total kredit modal kerja mencapai Rp 18,7 triliun.

Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu yakni sebesar Rp 17,3 triliun. Selanjutnya disusul oleh kredit konsumsi sebesar Rp 16,6 triliun dan kredit investasi sebesar Rp 4,4 triliun.

Sementara itu, jika dilihat dari sisi sektor ekonomi, sektor rumah tangga masih mendominasi. Dari Januari-September 2017, total kredit rumah tangga mencapai Rp 16,4 triliun. Selanjutnya disusul oleh kredit perdagangan besar dan eceran sebesar Rp 10 triliun.

Widodo menerangkan, dengan data tersebut mencerminkan jika warga Malang sebenarnya banyak yang tergolong kaya.

Hanya saja tidak terlihat karena dana yang dihimpun lebih banyak dibawa keluar Malang. Widodo juga menyampaikan, selain pada sektor perdagangan, rupanya real estate juga masih menjadi pilihan investasi yang diminati

Sementara itu, salah satu wartawan, M Taufik menjelaskan, diskusi semacam ini sangat penting bagi wartawan. Wartawan bisa lebih paham terkait seluk-beluk investasi sehingga bisa memiliki pengetahuan terlebih dahulu sebelum karya tulisnya menyebar kepada masyarakat.

"Jadi sebelum menulis, kita tahu terlebih dahulu, terutama terkait perbedaan investasi yang betul dan abal-abal, sehingga ada pencerahan," ujarnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help