Malang Raya

Pemkab Malang Kebut Pendirian Perpustakaan di Setiap Desa

"Maka dari itu, dari rapat koordinasi ini bisa dilakukan penyamaan persepsi bagi Kades dan Camat soal pembangunan tempat perpustakaan desa"

Pemkab Malang Kebut Pendirian Perpustakaan di Setiap Desa
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pemkab Malang berupaya memaksimalkan terwujudnya perpustakaan di 378 desa di Kabupaten Malang. Pasalnya, hingga kini dari jumlah total desa di Kabupaten Malang, baru 25 persen atau 57 desa yang sudah memiliki gedung atau ruang perpustakaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang, Sukowiyono mengatakan, jumlah perpustakaan yang sudah ada di pedesaan tersebut masih terbilang kecil. Dengan demikian, mulai tahun 2018 mendatang semua desa di Kabupaten Malang diharapkan sudah memiliki perpustakaan desa.

"Ini sesuai instruksi dari Bapak Presiden RI yang ditindaklanjuti oleh instruksi Bapak Bupati Malang," kata Sukowiyono di tengah Koordinasi pengembangan dan pembinaan perpustakaan di Kabupaten Malang, Selasa (21/11/2017).

Dijelaskan Sukowiyono, upaya mendorong penyediaan tempat perpustakaan di desa juga sebagai tindak lanjut Permendes (Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi) nomor 19 Tahun 2017 tentang prioritas Dana Desa tahun 2018 untuk pembangunan perpustakaan Desa.

Dengan demikian, sudah ada landasan hukum penggunaan DD bersumber dari APBN untuk pembangunan gedung perpustakaan di setiap desa.

"Maka dari itu, dari rapat koordinasi ini bisa dilakukan penyamaan persepsi bagi Kades dan Camat soal pembangunan tempat perpustakaan desa. Dengan begitu tidak lagi ada keraguan dari Kades untuk menganggarkan bangunan perpus dalam APBDes mereka," ucap Sukowiyono.

Di samping itu, tambah Sukowiyono, untuk mengisi perpustakaan desa tersebut bisa dilakukan melalui kerjasama dengan CSR (Corporat Social Responsibility) perusahaan swasta. Yakni dengan menerima buku-buki bacaan yang dirasa bermanfaat bagi warga. Dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang siap menyetujui bila ada usulan kerjasama perpustakaan di setiap desa.

"Jadi kami siap menanda tangani usulan kerjasama perpustakaan desa kapan pun diminta. Karena kerjasama itu langkah strategis menambah buku bacaan di perpustakaan desa," tandas Sukowiyono.

Bupati Malang, H Rendra Kresna mengakui minat baca warga di Kabupaten Malang masih rendah. Dampaknya, seringkali masyarakat ketinggalan informasi perkembangan ilmu yang terjadi, termasuk perkembangan-perkembangan terkini tidak akan bisa diikuti.

"Ilmu pengetahuan keterampilan dan penguasaan teknologi berkembang sedemikian pesat seakan mengikuti detik demi detik, bukan lagi tahun demi tahun. Kalau hal itu tidak bisa diikuti maka dipastikan akan digilas oleh kemajuan zaman itu sendiri. Di negara lain sudah mengikuti perkembangan, sementara di Malang baru bisa sekedar berkoordinasi," kata Rendra .

Untuk itu, dikatakan Rendra, untuk memancing minat baca masyarakat, maka harus ada perpustakaan terlebih dahulu. Selama ini jumlah perpustakaan di Kabupaten Malang masih sangat minim. Dan perlu dilakukan percepatan pembangunan lembaga perpustakaan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

"Makanya, harus ada rapat koordinasi oleh Camat dengan Kepala Desa untuk terus melakukan percepatan pembangunan kelembagaan perpustakaan di desa. Karena semakin maju perpustakaan maka semakin maju pula masyarakatnya," tutur Rendra.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved