SuryaMalang/

Travelling

VIDEO - Melihat Museum HOS Tjokroaminoto, Guru sekaligus Mertua dan Bapak Kos Bung Karno

HADJI OEMAR SAID TJOKROAMINOTO. Orator hebat yang oleh Belanda dijuluki sebagai Raja Jawa tanpa Mahkota. Dialah guru Bung Karno.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Surabaya memiliki museum baru. Namanya Museum HOS Tjokroaminoto yang diresmikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Senin (27/11/2017).

Rumah di Jalan Peneleh Gang VII itu memang sejak lama menjadi jujukan wisata heroik.

Hadji Oemar Said Tjokroaminoto sebetulnya lahir di Ponorogo tahun 1882 dan wafat di Yogyakarta, 1934.

Kakek buyut musisi Maia Estianty itu pernah menjadi pemimpin Sarekat Islam, organisasi massa terbesar di seluruh Hindia Belanda, nama negeri ini sebelum jadi Indonesia. 

Rumah di Peneleh itu juga menjadi tempat berkumpulnya kolega Mbah Tjokro yang memimpin organisasi pergerakan lain.  

Pada akhir 1910-an, di rumah itulah, indekos seorang pemuda ganteng dari Blitar: Kusno atau Sukarno atau Soekarno.

Ayah Soekarno, Soekemi Sosrodihardjo, adalah guru di Blitar yang pernah tinggal di Kampung Bali, dekat rumah Mbah Tjokro.  Jadi, Soekemi mengenal betul reputasi Tjokroaminoto sehingga menitipkan putranya ke dia. 

Harjono Sigit, cucu HOS Tjokroaminoto dari Siti Oentari, putri pertama HOS Cokroaminoto, turut hadir dalam peresmian museum itu, mengaku terharu dan bangga rumah tersebut dijadikan museum.

Perlu dikenang, Siti Oentari adalah istri pertama Bung Karno namun tidak sampai memiliki keturunan.  Adapun Harjono Sigit adalah ayah Maia Estianty, mantan istri Ahmad Dhani. 

"Saya tentu saja senang, bangga, rumah kakek saya bisa menjadi museum yang menjadi tempat belajar generasi muda tenyang sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia," ucap pria yang juga mantan Rektor ITS Surabaya ini.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help