SuryaMalang/

Malang Raya

Kontroversi Kampung Janda di Kota Malang, Seperti Ini Kisah Para Janda di Bandulan RW 3

Seminggu dua kali, Yanah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dia mendapatkan bayaran Rp 40.000 - Rp 50.000 sekali datang ke tempat kerjanya.

Kontroversi Kampung Janda di Kota Malang, Seperti Ini Kisah Para Janda di Bandulan RW 3
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Ny Sriyanah (72) menekuri jahitannya ketika Surya mengunjungi rumahnya di RW 03 Jl Bandulan Gang VI Kelurahan Bandulan Kecamatan Sukun, Selasa (5/12/2017). 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - RW 3 Bandulan tercatat memiliki jumlah warga berstatus janda dalam jumlah besar.

Tercatat ada 116 orang janda. Kebanyakan adalah janda berusia di atas 50 tahun yang ditinggal mati suaminya.

salah satu di antaranya adalah Ny Sriyanah yang berusia 72 tahun.

Sriyanah menekuri jahitannya ketika SURYAMALANG.COM mengunjungi rumahnya di RW 03 Jl Bandulan Gang VI Kelurahan Bandulan Kecamatan Sukun, Selasa (5/12/2017).

Mata perempuan itu masih awas ketika memasukkan benang ke lubang jarum, dan menjahitkannya ke kain.

Siang itu, nenek ini sedang membuat sarung bantal. "Mumpung libur kerja," ujar Yanah, panggilan Sriyanah.

Seminggu dua kali, Yanah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dia mendapatkan bayaran Rp 40.000 - Rp 50.000 sekali datang ke tempat kerjanya.

Pekerjaannya antara lain menyetrika, mencuci baju, juga membersihkan rumah.

Pekerjaan ini ia lakoni sejak lama. Dan kini meski usianya senja, ia tetap melakoninya karena harus menghidupi dirinya.

Meskipun tinggal bersama anak keduanya, penghasilan dari anak remajanya tak banyak.

Halaman
1234
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help