SuryaMalang/

Tulungagung

Sepasang Pelajar Tulungagung Buang Bayi ke Selokan lalu Menulis di Facebook

SEPASANG PELAJAR DI #TULUNGAGUNG BUANG BAYI KE SELOKAN. Identitasnya terkuak berkat tulisan mereka di #Facebook. DETAILNYA--->

Sepasang Pelajar Tulungagung Buang Bayi ke Selokan lalu Menulis di Facebook
david yohanes
Bayi yang dibuang ke selokan oleh pasangan pelajar di Tulungagung, KN (17) dan RZ (17). 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Satreskrim Polres Tulungagung menangkap dua pelajar yang diduga membuang bayi hasil hubungan gelap mereka.

Keduanya adalah KN (17) si ibu warga Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru dan RZ (17) kekasihnya, warga Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo, kedua pelaku ditangkap sehari setelah membuang bayi mereka. Dari pemeriksaan, KN dan RZ sama-sama tidak siap menerima bayi hasil hubungan di luar nikah.

“Mereka sama-sama masih pelajar, terus tiba-tiba hamil. Keduanya tidak siap dan panik ketika KN melahirkan,” terang Mustijat, Selasa (5/12/2017) malam.

Penangkapan KN dan RZ bermula dari postingan di media sosial. Sebuah akun mengaku sebagai bibi dari bayi yang dibuang itu.

Akun tersebut kemudian mengaku sebagai ibu bayi, dan meminta seseorang untuk mengambilkan bayi mereka.

Dari penelusuran akun itu, polisi menemukan pelaku pembuangan bayi. Keduanya kini masih menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung.

“Rupanya pelaku mengikuti perkembangan kondisi bayinya lewat media sosial,” tambah Mustijat.

Bayi perempuan seberat 3,1 kilogram dan panjang 49 sentimeter ditemukan di selokan pembuangan air kolam di Desa Bangoan, Senin (4/12/2017) sore.

Bayi itu tanpa pembungkus dan masih lengkap dengan ari-arinya. Bayi malang itu awalnya dikira suara kucing yang akan kawin.

Pekerja kolam bernama Muslim yang curiga kemudian mendekati sumber suara. Saat itulah bayi itu ditemukan tengah menangis.

Bayi cantik itu kini dirawat di RSUD dr Iskak. Kondisi bayi dalam keadaan sehat dan stabil. 

Penulis: David Yohanes
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help