SuryaMalang/

Malang Raya

Gara-Gara Persoalan Ini, Tukang Parkir dan Sopir Angkot di Kota Malang Berkelahi

Jukir bernama Faturokhman (55), awalnya melarang angkot AL yang dikemudikan oleh Sumardyo (68) parkir.

Gara-Gara Persoalan Ini, Tukang Parkir dan Sopir Angkot di Kota Malang Berkelahi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Wakapolsek Klojen Kota Malang AKP Tukimin Hadi bersama tersangka Faturokhman, Rabu (6/12/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Perkelahian antara juru parkir (Jukir) dengan sopir angkot Arjosari – Landungsari (AL) terjadi di belakang pom bensin Jl Brantas, Klojen, Kota Malang, Minggu (3/12/2017).

Perkelahian itu dipicu karena jukir dan sopir berbeda pendapat.

Jukir bernama Faturokhman (55), awalnya melarang angkot AL yang dikemudikan oleh Sumardyo (68) parkir.

Pasalnya, Sumardyo saat itu parkir di depan sebuah warung makan. Faturokhman mengatakan kalau Sumardyo sudah sering kali parkir sembarangan.

Faturokhamn ternyata saat itu sedang mabuk. Ia baru saja menghabiskan 12 botol minuman keras bersama rekan-rekannya.

“Saya sudah bilang jangan parkir di situ karena itu warung makan. Saya waktu itu mabuk, minum 12 botol dengan teman-teman,” ujarnya dari Mapolsek Klojen, Rabu (6/12/2017).

Kata Faturokhman, Sumardyo mengatakan akan segera pindah. Dia minta waktu beberapa menit saja untuk menunggu penumpang atau ngetem.

Namun hingga beberapa menit berlalu, ternyata Sumardyo tidak berpindah tempat.

“Ngomongnya sebentar, tapi tidak berangkat-berangkat,” keluhnya.

Faturokhman pun berdebat dengan Sumardyo. Sumardyo masih berada di dalam kendaraannya saat berdebat.

Tak lama kemudian, karena perdebatan semakin panas, Faturokhamn pun melayangkan bogem mentah ke arah mata kanan Sumardyo.

Perkelahian itu membuat ramai warga sekitar. Warga pun mencoba melerai. Kemudian keduanya dibawa ke Polsek Klojen.

Wakapolsek Klojen AKP Tukimin Hadi menerangkan, akibat pukulan itu, mata bagian kanan Sumardyo mengalami memar. Memar itu terlihat parah karena berwana hitam gelap.

“Mata kanan mengalami luka serius,” katanya.

Faturokhamn terancam pasal pasal 351 dengan ancaman hukuman 2 tahun 3 bulan penjara. Saat ini Faturokhman menghuni terali besi di Mapolsek Klojen. 

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help