SuryaMalang/

Malang Raya

Meriahnya Peringatan Maulud Nabi di MTs Al Ittihad Poncokusumo Malang, Ada Ribuan Tumpeng

Lantunan salawat juga terdengar sejak acara dimulai pagi hari. Bahkan bacaan solawat sejak pagi itu sudah dimulai sejak 20 November 2017.

SURYAMALANG.COM, PONCOKUSUMO – Sekitar 1400-an tumpeng berukuran kecil terlihat di halaman belakang Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ittihad Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu (6/12/2017).

Tumpeng sebanyak itu dibawa oleh seluruh siswa MTs Al Ittihad. Satu lagi tumpeng berukuran besar yang mewakili para dewan guru. Total ada sekitar 1600 an orang hadir.

Para murid dan guru MTs Al Ittihad Poncokusumo memeriahkan Maulud Nabi dengan tema pesona maulud nabi. Acara semacam itu baru pertama kali diadakan oleh Mts Al Ittihad Poncokusumo.

Selain sebagai bentuk perayaan Maulud Nabi, acara itu juga diselingi doa bersama agar musibah bencana alam yang terjadi belakangan ini segera berakhir.

Kepala Sekolah MTs Al Ittihad Fatchul Munir mengatakan turut prihatin terhadap sejumlah musibah bencana alam di Indonesia. Sodaqoh tumpeng yang dilakukan itu juga dipercaya bisa menolak bala. Sebanyak 1400-an tumpeng itu dikumpulkan oleh pantia, kemudian dibagikan kepada seluruh peserta yang hadir.

“Sodaqoh bisa untuk menolak bala,” tegasnya.

Lantunan salawat juga terdengar sejak acara dimulai pagi hari. Bahkan bacaan solawat sejak pagi itu sudah dimulai sejak 20 November 2017.

Munir berharap, doa-doa yang dipanjatkan agar Indonesia dijauhkan dari musibah terwujud. Ia juga menaruh perhatian kepada para korban bencana alam seperti di Pacitan maupun Yogyakarta.

“Mudah-mudahan diberi kesebaran. Cepat diberi pertolongan oleh Allah dan tidak terlalu lama menderita,” harapnya.

Sejumlah murid juga memakai kostum dan memeragakan wayang orang Islami. Tentunya hal itu menarik minat para peserta yang datang ke acara tersebut. Wayang orang itu menceritakan tentang lahirnya Punto Dewo yang memiliki jimat yaitu dua kalimat syahadat.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help