SuryaMalang/

Pilkada Kota Malang

Partai Golkar Kota Malang Masih Terkesan Adem Ayem, Belum Ada Pergerakan . . .

Edy enggan pula menyebut nama Parpol yang kemungkinan besar bakal menjadi rekan berkoalisi untuk mengusung calon.

Partai Golkar Kota Malang Masih Terkesan Adem Ayem, Belum Ada Pergerakan . . .
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang Sofyan Edy Jarwoko 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Malang masih enggan menyebutkan arah dukungannya di Pilkada Kota Malang 2018 meski masa pendaftaran calon ke KPU kurang sebulan.

Golkar merupakan peraih kursi DPRD Kota Malang terbanyak ketiga setelah PDIP, dan PKB.

"Masih belum sampai hari ini kami semakin intens berkomunikasi dengan parpol-parpol, utamanya yang secara pasti nanti berkoalisi," ujar Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang Sofyan Edy Jarwoko, Rabu (6/12/2017).

Sayangnya, Edy enggan pula menyebut nama Parpol yang kemungkinan besar bakal menjadi rekan berkoalisi untuk mengusung calon.

Golkar sendiri tidak bisa mengusung calon karena hanya memiliki lima kursi di DPRD Kota Malang. Ia membutuhkan minimal empat kursi lagi untuk bisa mengusung pasangan calon ke KPU Kota Malang.

Meski belum menentukan teman koalisi dan terkesan adem ayem jelang Pilkada mendatang, Edy menegaskan kalau Golkar Kota Malang mengusung namanya.

"Kalau dari Golkar sendiri mengusung nama saya, meskipun memang belum ada rekomendasi resmi dari pusat. Belum tahu nanti untuk posisi mana," imbuhnya. 

Karenanya untuk mengusung nama, Golkar berkomunikasi dengan Parpol dan nama-nama yang muncul sebagai bakal calon kepala daerah. Salah satunya berkomunikasi dengan bakal calon petahana atau Wali Kota Malang M Anton.

Edy juga belum bisa memastikan apakah Golkar bakal bergabung dengan poros yang telah ada, atau membikin poros sendiri.

"Masih belum tahu. Bisa bikin poros sendiri juga berkoalisi dengan yang sudah muncul," tegasnya.

Menurutnya meskipun waktu pendaftaran hanya kurang satu bulan, dinamika pencalonan kepala daerah di Pilkada Kota Malang terus bergerak.

"Masih sangat dinamis, bisa saja hari ini elektabilitas tinggi akan memenangkan pilkada, tetapi tidak selalu seperti itu. Aspek di kota Malang ini sangat luar biasa.

"Sebagai alat ukur begini, petahana itu bisa memenangkan sebuah pilkada, paling tidak kalau di sisi pembangunan berhasil, penataan pemerintahan berhasil, penataan kemasyarakatan berhasil, tidak tersandung masalah-masalah yang bersifat asusila. Jadi kalau kami mempelajari di daerah lain jika ada masalah itu maka opsinya mengarah ke yang lain," pungkas Edy.

Golkar menjadi Parpol kesekian yang sejauh ini masih menunggu dan belum menjatuhkan pilihan koalisi. Dari 10 Parpol pemilik kursi di DPRD Kota Malang, baru lima Parpol yang sudah menyatakan berkoalisi. Mereka adalah Hanura, PAN, dan PPP. Koalisi lain adalah PKB dan PKS.

Sementara itu, PDIP, Demokrat, Gerindra, juga Nasdem dan Golkar masih melihat dan menunggu.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help