SuryaMalang/

Lamongan

Perawat Asal Lamongan Ini Harus Mendekam di Ruang Tahanan, Tipu Belasan Korban Calon PNS

Terhadap para korbannya, tersangka menjamin mampu meloloskan asalkan ada uang pelicin.

Perawat Asal Lamongan Ini Harus Mendekam di Ruang Tahanan, Tipu Belasan Korban Calon PNS
Google
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Seorang tenaga medis asal Desa Kembangbahu Kecamatan Kembangbahu Lamongan Jawa Timur kini harus berurusan dengan polisi.

Perawat bernama Ahmad Sutrisno ini diketahui telah melakukan aksi penipuan dengan janji memasukkan korbannya sebagai calon pegawai negeri sipil di lingkungan rumah sakit.

Terhadap para korbannya, tersangka menjamin mampu meloloskan asalkan ada uang pelicin.

Besaran uang pelicin itu ditentukan beragam, bahkan korban bisa membayar minimal Rp 3 juta.

"Ada yang membayar Rp 3 juta hingga Rp 50 juta," ungkap Kapolsek Tikung, AKP Sugeng kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (6/12/2017).

Ada puluhan korban yang terpedaya oleh pelaku yang mengaku sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut.

Namun sampai hari ini baru tercatat 11 nama korban yang ada di meja polsek.

Aksi pelaku, terhenti setelah petugas menangkapnya berbekal laporan dari sejumlah korban penipuan.

Para korbannya dijanjikan bisa masuk kerja di rumah sakit RSUD dr Soegiri Lamongan.

Korban yang terpedaya tak hanya dari warga Kecamatan Tikung saja, namun banyak juga korban dari daerah lain, seperti Kecamatan Turi dan Kecamatan Kembangbahu.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help