SuryaMalang/

Malang Raya

Gubernur NTT Sampaikan Pesan Pendidikan di Kota Malang, IKIP Budi Utomo Didukung

Ia menyayangkan mutu pendidikan di Indonesia selama ini diukur dari presentase kelulusan di suatu sekolah.

Gubernur NTT Sampaikan Pesan Pendidikan di Kota Malang, IKIP Budi Utomo Didukung
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs Frans Lebu Raya dalam simposium nasional Melacak Kembali Kearifan Lokal Pendidikan di Indonesia Timur IKIP Budi Utomo (IBU) di Hotel Trio Indah 2 Malang, Kamis (7/12/2017).  

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs Frans Lebu Raya hadir dalam simposium nasional Melacak Kembali Kearifan Lokal Pendidikan di Indonesia Timur yang diadakan IKIP Budi Utomo (IBU) di Hotel Trio Indah 2 Malang, Kamis (7/12/2017).

Frans berharap stigma miskin yang melekat pada NTT bisa dihentikan.

Sebagai gantinya, tanamkan dan beri harapan pada masyarakat Indonesia timur bahwa selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik.

“Banyak putra daerah NTT yang sedang berkuliah di daerah lain, salah satunya di Kota Malang. Memang lebih banyak yang berkuliah di perguruan tinggi swasta, oleh karena itu saya harap pemerintah mau memperhatikan pihak swasta ini karena sama- mencerdaskan bangsa. Terutama putra daerah NTT,” ungkapnya.

Guru-guru yang diperbantukan di sekolah swasta juga seharusnya tidak ditarik kembali sebagai wujud terima kasih bagi lembaga yang menggelar pendidikan di Indonesia.

Apalagi bagi lembaga yang melaksanakan pendidikan di NTT.

“Dalam pendidikan, guru memang peranan paling penting karena bertugas membentuk generasi masa depan. Dibutuhkan guru yang kompeten, menguasai materi dan memiliki komitmen atas tanggungjawab yang ia emban,” tutur Frans.

Ia menyayangkan mutu pendidikan di Indonesia selama ini diukur dari presentase kelulusan di suatu sekolah.

Padahal, ukuran presentase kelulusan itu masih hal yang bisa diperdebatkan.

“Di NTT, saya tekankan pada para guru untuk tidak memanipulasi nilai muridnya karena akan merusak masa depan anak. Apalagi sampai saat ini NTT selalu masuk kategori jujur dalam pelaksanaan ujian akhir nasional,” katanya.

Jujur yang mahal harganya itu berusaha untuk terus dipertahankan dan diperjuangkan di NTT sebagai mutu pendidikan dan para siswa yang sesungguhnya.

“Kejujuran itu didikung banyak faktor. Dari diri sendiri, orangtua, masyarakat, maupun sekolah. Maka ini hal penting untuk diperjuangkan bersama,” tutupnya. 

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help