SuryaMalang/

Malang Raya

IKIP Budi Utomo Gali Potensi Kearifan Lokal, Upaya Tingkatkan Pendidikan Indonesia Timur

Para peneliti Puskitdaya diarahkan untuk mencari data sebanyak-banyaknya dan belajar mengenai Indonesia Timur

IKIP Budi Utomo Gali Potensi Kearifan Lokal, Upaya Tingkatkan Pendidikan Indonesia Timur
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
IKIP Budi Utomo (IBU) menggelar simposium nasional Melacak Kembali Kearifan Lokal Pendidikan di Indonesia Timur, Kamis (7/12/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - IKIP Budi Utomo (IBU) menggelar simposium nasional Melacak Kembali Kearifan Lokal Pendidikan di Indonesia Timur, Kamis (7/12/2017).

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs Frans Lebu Raya.

“Kami memiliki Pusat Kajian Indonesia Timur Pendidikan dan Budaya (Puskitdaya) sejak 2016 dan memang fokus untuk mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia timur. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk aktivitasnya,” ujar Rektor IBU, Dr Nurkholis Sunuyeko.

Para peneliti Puskitdaya diarahkan untuk mencari data sebanyak-banyaknya dan belajar mengenai Indonesia Timur agar yang didengungkan untuk memperjuangkan masyarakat itu jelas berdasarkan data faktual.

“Sebagai masyarakat Indonesia, perhatian kita harus adil memperhatikan semua sisi. Memperhatikan bagian timur juga, terutama aspek pendidikan dan kebudayaannya, bukan hal lain misalnya politik,” jelas Nurkholis.

Puskitdaya, lanjutnya, lahir karena kerisauan akademisi IBU tentang Indonesia yang begitu besar namun belum merata pembangunan manusianya.

“Itu berarti juga berkenaan dengan pendidikan di sana. Apa yang harus dibenahi,” papar dia.

Ia mengatakan keunggulan komparatif yang bisa menjadi landasan kemajuan pendidikan Indonesia timur adalah karakter kebangsaan.

“Jadi bagaimana pendidikan karakter dibangun dari kearifan lokal. Hasilnya pasti akan baik karena sebagai bangsa, identitas dan karakter itu bukan dari mana-mana tapi dari bangsa atau wilayahnya sendiri,” tuturnya.

Menurutnya, masyarakat Indonesia juga harus berasas ideologi kepedulian yang adil dan berpihak pada kemanfaatan.

Acara tersebut diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan akademisi dari Indonesia timur dan berbagai kalangan. 

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help