SuryaMalang/

Malang Raya

Merasa Kasus Sertifikat Tanahnya Berhenti, Warga Dampit Malang Ini Bakal Mengadu Ke Kapolri

Surat pengaduan juga akan ditembuskan ke Kompolnas, Divisi Propam Mabes Polri, Polda Jatim, dan sejumlah pihak terkait.

Merasa Kasus Sertifikat Tanahnya Berhenti, Warga Dampit Malang Ini Bakal Mengadu Ke Kapolri
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Pemilik sertifikat yang diduga dipalsu saudaranya, Misandeni (kiri) didampingi kuasa hukumnya, Farida Wulandari SH menunjukkan sejumlah bukti sertifikat tanah yang diduga dipalsukan namanya, Kamis (7/12/2017). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Salah satu warga desa Sumbersuko kecamatan Dampit kabupaten Malang, Misandeni, bakal melayangkan surat tembusan pengaduan kasus dugaan pemalsuan nama sertifikat tanah ke Kapolri.

Surat pengaduan yang ditujukan ke Polres Malang juga akan ditembuskan ke Kompolnas, Divisi Propam Mabes Polri, Polda Jatim, dan sejumlah pihak terkait.

Misandeni nekat melakukan itu setelah kasus yang dihadapi dan merugikannya itu hingga kini tidak ada kejelasan kemana proses tindak lanjutnya.

Kuasa hukum dari Misandeni, Farida Wulandari SH mengatakan, pengiriman surat pengaduan tersebut dilakukan atas saran dari penyidik Satreskrim Polres Malang.

Petunjuk untuk membuat surat pengaduan itu setelah Misnandeni didampingi kuasa hukum mendatangi Polres Malang, Kamis (7/12/2017).

"Sebetulnya kami datang ke Polres Malang untuk membuat laporan. Tetapi oleh penyidik Reskrim, diarahkan untuk membuat pengaduan dulu. Alasanya karena bukan nama Misnandeni yang dipalsukan, melainkan nama Jt, saudaranya sendiri dengan dua nama yang berbeda. Padahal faktanya, sertifikat tanah itu milik Misandeni," kata Farida Wulandari.

Selain surat pengaduan soal pemalsuan nama, mereka juga akan melayangkan gugatan ke PTUN untuk pembatalan sertifikat yang diduganya palsu.

Misandeni merasa sertifikatnya diambil oleh Jt saudaranya sendiri itu tanpa sepengetahuannya.

Selanjutnya Jt membuat akta hibah palsu ke salah satu Notaris di wilayah Malang.

Berbekal dari akta hibah palsu itulah yang digunakan Jt untuk mengubah sertifikat dengan dua nama Jt yang berbeda. 

Halaman
12
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help