Lamongan

Gara-Gara Status di FB, Pelajar SMA di Lamongan Ini jadi Tersangka dengan Ancaman Pidana 4 Tahun

Dalam akun pribadinya YA memajang status berupa umpatan pada aparat atau polisi

Gara-Gara Status di FB, Pelajar SMA di Lamongan Ini jadi Tersangka dengan Ancaman Pidana 4 Tahun
facebook
Ilustrasi facebook. 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Sampaikan ekspresi di media sosial dengan bijak. Pesan ini nampaknya harus diperhatikan bila tak ingin menjalani proses hukum hanya karena unggahan di Medsos.

Apa yang dialami pelajar SMA di Lamongan ini bisa jadi pelajaran bagi yang lain.

Hanya karena jengkel dengan petugas yang menjaringnya saat digelar operasi pekat premanisme, YA (15) seorang pelajar kelas XI SMA asal Plaosan Kecamatan Babat Lamongan Jawa Timur harus berurusan dengan hukum.

YA jadi tersangka karena unggahan status di akun media sosialnya.

YA adalah satu di antara anak punk yang terjaring operasi di perempatan Mira, Selasa (12/12/2017).

Bersama dengan beberapa remaja lain YA terjaring dan digiring ke Mapolsek Babat untuk mendapatkan pembinaan.

Saat sebelum terjaring, YA bersama delapan temannya bermaksud berangkat ke Bojonegoro tanpa tujuan.

Nahas, sebelum berhasil menumpang truk, YA bersama teman-temannya terjaring operasi Pekat.

Sejumlah anak bergaya punk ini ditangkap. Tapi setelah menjalani pembinaan singkat mereka dilepas kembali.

"Waktu sudah dilepas itu kemudian YA menulis di facebook. Isinya menghujat petugas," ungkap Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Aiptu Sunaryo kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (13/12/2017).

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help