Mulai Sekarang, Mari Sediakan Palu Pemecah Kaca untuk Mobil Pribadi

Upaya penyelamatan dengan memecahkan kaca perlu dilakukan. Misalnya, ketika mobil terperosok ke area yang penuh air.

Mulai Sekarang, Mari Sediakan Palu Pemecah Kaca untuk Mobil Pribadi
Kompas Otomotif
Ilustrasi mobil tenggelam 

SURYAMALANG.COM - Selama ini alat pemecah kaca hanya diwajibkan tersedia pada kendaraan umum. Sementara pada kendaraan pribadi, alat tersebut bukanlah satu hal yang harus tersedia.

Namun menurut pegiat safety driving sekaligus rraining director dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, perlu dipikirkan kembali mengenai alat pemecah kaca pada kendaraan pribadi, khususnya kendaraan jenis mini bus yang mengangkut lebih dari empat orang.

Sebab, pada beberapa kasus kecelakaan upaya penyelamatan dengan memecahkan kaca perlu dilakukan. Misalnya, ketika mobil terperosok ke area yang penuh air, kemudian tenggelam atau kecelakaan parah yang membuat pintu tak bisa terbuka dan mesin mulai terbakar.

Dalam keadaan tenggelam, membuka pintu mobil akan sangat sulit dilakukan karena adanya tekanan air dari luar. Selain itu, orang-orang yang berada di dalam mobil tersebut dalam kondisi panik. Sehingga, meskipun upaya memecahkan kaca dapat dilakukan dengan berbagai peralatan, salah satunya adalah menggunakan pengait besi pada sabuk pengaman, namun hal itu terabaikan. Akhirnya, mereka pun terjebak di dalamnya.

"Saya rasa ide bagus untuk mobil seperti minibus, Avanza, Xenia dan sejenisnya. Itu perlu juga karena jumlah penumpangnya bisa sampai tujuh orang, bahkan delapan orang jika dihitung dengan pengemudi. Atau perlu diregulasi kembali. Misalnya, untuk mobil berkapasitas penumpang lebih dari enam orang perlu alat pemecah kaca," kata Jusri saat dihubungi, Rabu (13/12/2017).

Selama ini, menurut Jusri, adanya alat pemecah kaca pada kendaraan umum karena asumsinya adalah banyak orang di dalamnya kendaraan. Sehingga, ketika terjadi kecelakaan perlu memecahkan kaca agar para penumpang di dalamnya bisa segera keluar untuk menyelamatkan diri. 

Namun melihat kondisi kekinian, di mana kapasitas pengangkutan mobil kerap dimaksimalkan, maka alat tersebut dinilai cukup relevan jika dimasukan sebagai salah satu alat dalam standar keselamatan pada kendaraan.

"Kalau di angkotan umum sudah menjadi standar kewajiban, tapi kalau di kendaraan pribadi belum ada semacam tersedianya palu untuk memecahkan kaca, karena catatan dari risiko tenggelam di air atau terbakar pada mobil kecil (bukan angkotan umum) relatif kecil, karena jumlah orangnya sedikit," kata Jusri. KOMPAS.COM

Editor: yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help