Sportarema

Pujian untuk 'Bola Fair Play' Ala Bulutangkis di BWF Superseries Finals 2017, Ini Kronologisnya

Aksi sportif itu ditunjukkan tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen, kala menjalani laga hidup mati melawan Chou Tien Chen (Taiwan).

Pujian untuk 'Bola Fair Play' Ala Bulutangkis di BWF Superseries Finals 2017, Ini Kronologisnya
TORU YAMANAKA/AFP PHOTO
Pebulu tangkis tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen, berpose dengan trofi yang didapat sebagai juara Jepang Terbuka setelah mengalahkan Lee Chong Wei (Malaysia) pada laga final Jepang Terbuka yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Minggu (24/9/2017). 

SURYAMALANG.COM - 'Bola Fair Play' sudah menjadi hal yang wajar di sebuah pertandingan sepak bola.

'Bola fair play' di sepak bola biasanya dilakukan salah satu kubu tm dengan memberikan bola ke bagian pertahanan lawan bila terjadi insiden pemain cedera. 

Tapi bagaimana bila 'bola fair play' dilakukan di arena bulu tangkis? 

Hal itu dilakukan pebulutangkis Denmark, Viktor Axelsen di ajang BWF Superseries Finals 2017, Jumat (15/12/2017).

Aksi sportif itu ditunjukkan tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen, kala menjalani laga hidup mati melawan Chou Tien Chen (Taiwan).

Pada gim ketiga, wasit sempat mengambil keputusan kontroversial saat memberikan poin bagi Axelsen meski raket milik tunggal putra 23 tahun itu menyentuh net.

Chou Tien Chen pun melakukan protes kepada wasit yang bertugas hingga membuat pertandingan tersebut tertunda beberapa saat.

Di sisi lain, Axelsen tidak melakukan protes apapun dan sempat memberikan shuttlecock ke lawannya itu untuk melakukan servis.

Akan tetapi wasit tetap kukuh pada keputusannya dan memberikan tambahan poin bagi Axelsen sehingga wakil Denmark ini unggul 14-8.

Chou akhirnya hanya bisa pasrah dengan keputusan wasit seraya melempar shuttlecock ke bidang permainan Axelsen.

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help