SuryaMalang/

Travelling

Rumah Namsin, Rumah Legendaris di Kota Malang yang Berdiri Sejak Zaman Kolonial

Rumah Namsin, rumah bernomor 31 di Jl Basuki Rahmat atau koridor Kayutangan Kota Malang terlihat terbuka dan ramai, Minggu (17/12/2017)

Rumah Namsin, Rumah Legendaris di Kota Malang yang Berdiri Sejak Zaman Kolonial
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Rumah Namsin di Jalan Basuki Rahmat Kota Malang, Minggu (17/12/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Rumah Namsin, rumah bernomor 31 di Jl Basuki Rahmat atau koridor Kayutangan Kota Malang terlihat terbuka dan ramai, Minggu (17/12/2017).

Di ruang terbuka lantai satu terlihat adanya kesibukan. Beberapa orang menata panggung, dan menata sejumlah foto sehingga terangkai seperti layaknya sebuah pameran foto.

Mereka yang menata panggung dan foto adalah pelaksana kegiatan Waktu Ruang Kayutangan 2017. Kegiatan itu digelar sejak Jumat (15/12/2017) dan hari ini merupakan hari terakhir. Kegiatan Waktu Ruang Kayutangan 2017 ini merupakan kegiatan kedua, setelah tahun lalu juga digelar.

Kegiatan ini dipusatkan di Kampung Kayutangan, sebuah kampung tua di Kota Malang. Tahun lalu, kegiatan ini dipusatkan di Pasar Talun yang berada di tengah perkampungan Kayutangan. Kali ini, kegiatan itu disebar di beberapa tempat antara lain di Balai RW X, juga Balai RW IX dan beberapa lorong kampung.

Rumah Namsin yang berada di pinggir Jalan Basuki Rahmat atau di sisi utara Gang 4 sebenarnya tidak termasuk sebagai tempat kegiatan Waktu Ruang Kayutangan. Tetapi hujan yang mengguyur kawasan itu sejak siang, menjadi berkah bagi rumah heritage itu.

Rumah Namsin
Rumah Namsin 

Anak pemilik rumah Namsin menawarkan kepada panitia Waktu Ruang Kayutangan untuk memakai area itu sebagai salah satu tempat berkegiatan. Walhasil area terbuka di lantai satu disulap menjadi area pamer juga ditambahi panggung sebab beberapa kelompok musik bakal tampil.

"Awalnya acara yang siang ini di Latar Ombo di kampung Kayutangan, karena hujan akhirnya diubah. Dan beruntung bisa di Rumah Namsin," ujar Lintang Kertomiprodjoe dari A Day To Walk, penggagas kegiatan itu.

Dipakainya Rumah Namsin tidak lepas dari peran Yehezkiel Jefferson (16), anak pemilik rumah Namsin. Ketika Rumah Namsin dipakai sebagai salah satu tempat, akhirnya ada tour dadakan ke rumah heritage ini. Tour dadakan ini dipandu oleh Hezkiel sendiri, diikuti oleh beberapa wartawan, dosen sekaligus arsitek Budi Fathony, dua anak perempuan Budi dan sejumlah panitia Waktu Ruang Kayutangan.

Hezkiel menuturkan rumah keluarganya itu memang belum dibuka untuk umum. Rumah tersebut juga kini tidak ditempati lagi meskipun selalu dijaga.

"Keluarga masih memikirkan konsep, rumah ini mau dipakai apa atau digunakan sebagai tempat apa. Kami belum memutuskan. Tetapi keluarga sepakat melestarikan dan menjaga rumah heritage ini," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help