Kediri

Penebang Pohon Picu Kematian 2 Pelajar di Kediri, Waspadai Kejadian Serupa

DUA PELAJAR TEWAS gara-gara ulah ngawur tiga penebang pohon. Mereka tidak tertimpa pohon tetapi begini kejadiannya--->>

Penebang Pohon Picu Kematian 2 Pelajar di Kediri, Waspadai Kejadian Serupa
mohammad romadoni
RODA MOTOR TERLILIT TALI PENEBANG POHON. Kedua pelajar ini meninggal dunia di Jalan Dusun Bumirejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Safira (15) bersama tetangganya Gita (12) menjadi korban karena kelalaian orang lain. Safira adalah siswi MTS dan Gita (12) pelajar kelas VI SD asal Dusun Pulorejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.

Keduanya tewas gara-gara roda motornya terlilit tali tambang yang dipakai untuk menebang pohon di Jalan Dusun Bumirejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Jumat (22/12/2017).

Padahal, saat itu kedua korban berstatus pelajar ini hendak pulang ke rumahnya di Dusun Pulorejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas.

Sebelumnya, kedua korban usai menghadiri acara makan-makan bersama teman sekolahnya.

Peristiwa tragis ini bermula ketika kedua korban berboncengan melalui jalan di area persawahan di desa setempat.

Di lokasi kejadian saat itu sedang berlangsung aktivitas penebangan pohon oleh tiga orang bernama Budi Santoso (49) warga Desa Gadungan Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jarot (21) dan Bintoro (36) keduanya warga warga Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri.

Pada saat penebangan pohon mereka memakai tali tambang yang dipakai untuk menarik dan merobohkan pohon tersebut.

Sebelum kejadian posisi tali tambang itu berada di pinggir jalan.

Ketika sepeda motor korban melintasi jalan tersebut ternyata tali tambang itu menjerat rodanya.

Sontak, membuat sepeda motor yang melaju kencang itu melilit roda hingga seketika menghentikannya secara mendadak.

Hal itu membuat kedua korban sempat terpelanting terjatuh membentur keras di atas aspal. Nahas, karena luka parah di kepalanya kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolsek Pare, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mustakim menduga jika perbuatan para penebang pohon itu berpotensi tindak pidana karena kelalaiannya yang menyebabkan korban jiwa.

Pihaknya akan memeriksa ketiga penebang pohon itu untuk melengkapi berkas penyidikan. Apabila ditemukan tindakan kelalaian pihaknya dapat menetapkan ketiganya menjadi tersangka karena telah mengakibatkan dua pelajar tewas. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help