Travelling

Ada 'Festival Kampung Djanti Padhepokan' di Kota Malang, Apa Istimewanya? Yuk Dikepoin Guys

Kampung Janti tepatnya di RT 14 RW 04 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang bergeliat.

Ada 'Festival Kampung Djanti Padhepokan' di Kota Malang, Apa Istimewanya? Yuk Dikepoin Guys
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Sejumlah anak bermain permainan tradisional Nyai Puthut (Jelangkung) dalam Festival Kampung Janti Padepokan di Jalan Janti Barat Padepokan, Kota Malang, Sabtu (30/12/2017) 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Kampung Janti tepatnya di RT 14 RW 04 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang bergeliat.

Geliat kampung ini dirupakan dalam bentuk 'Festival Kampung Djanti Padhepokan' yang digelar mulai Sabtu (30/12/2017) hingga Minggu (31/12/2017).

Penanggungjawab kegiatan itu, Yongki Irawan menuturkan, festival ini baru kali pertama ini digelar. Festival ini menampilkan atraksi dan edukasi seni budaya.

"Kegiatan ini dilatar-belakangi atas keprihatinan kepada generasi muda, atas atensi mereka atau keinginan mereka terhadap seni dan budaya Indonesia, termasuk Malangan.

"Karena ini kami menggagas dan menggelar festival ini. Tidak sekadar festival yang menampilkan atraksi budaya, tetapi lebih ke arah memberikan edukasi. Jadi bukan kampung wisata budaya, tetapi menjadi kampung edukasi seni dan budaya," tegas Yongki kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (30/12/2017).

Kegiatan ini sekaligus untuk menghidupkan kembali padepokan yang dikelola oleh Yongki. Padepokan itu nantinya diharapkan secara kontinyu bisa menjadi tempat pelatihan seni dan budaya.

Karenanya di Festival Kampung Djanti Padhepokan, terdapat sejumlah pelatihan. Pelatihan itu antara lain pelatihan wayang suket, mencetak topeng kertas, membuat anyam kepang, payung kertas, juga membatik, dan pelatihan cukti baju karnaval.

"Selain ada juga penampilan kesenian seperti tarian dan musik. Juga ada dolanan tradisional yang mungkin anak-anak saat ini sudah tidak mengetahuinya," imbuhnya.

Panitia juga memberikan pelatihan Tari Glipang kepada masyarakat. Menurut Yongki, sasaran peserta pelatihan adalah generasi muda.

"Kami harapkan kegiatan ini bisa digelar setiap tahun. Tetapi secara berkala, kami juga siap menggelar pelatihan atau wokshop di sini," pungkasnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help