SuryaMalang/

Malang Raya

Penggorokan Leher di Pantai Ngliyep Kabupaten Malang, Tersangka Terancam Penjara 15 Tahun

polisi hanya menetapkan satu orang tersangka dalam peristiwa yang terjadi di hutan milik Perhutani petak 111-C kawasan wisata Pantai Ngliyep

Penggorokan Leher di Pantai Ngliyep Kabupaten Malang, Tersangka Terancam Penjara 15 Tahun
surabaya.panduanwisata.id
Pantai Ngliyep Kabupaten Malang 

SURYAMALANG.COM, DONOMULYO - Polisi menetapkan Nadia Fegi Madona (18) sebagai tersangka kasus tewasnya Fenna Selinda Rismawati (16). Polisi menerapkan Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak kepada Nadia. 

Pasal itu mengatur tentang tindak penganiayaan kepada anak yang menyebabkan kematian. Ancaman hukuman dari pasal itu adalah paling lama 15 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 3 miliar.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi Pratas Guspitu menuturkan, polisi hanya menetapkan satu orang tersangka dalam peristiwa yang terjadi di hutan milik Perhutani petak 111-C kawasan wisata Pantai Ngliyep, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jumat (29/12/2017) itu.

Kepada SURYAMALANG.COM, Azi menegaskan, penganiayaan itu hanya dilakukan oleh Nadia seorang diri. Sementara tersiar kabar sebelum penganiayaan itu, Fenna pergi bersama dua orang lain, salah satunya Nadia.

"Berdasarkan keterangan pelaku dan yang kami kumpulkan dari saksi, korban ini hanya pergi berdua sama pelaku. Naik motor pelaku," ujar Azi yang dihubungi SURYAMALANG.COM, Sabtu (30/12/2017).

Azi mengakui pihaknya telah meminta keterangan dari Nadia, warga Desa Kaliasri Kecamatan Kalipare itu. Nadia ditangkap beberapa jam setelah tubuh Fenna ditemukan bersimbah darah. Dalam keterangannya, Nadia mengaku pergi bersama Fenna, berboncengan naik sepeda motornya.

Masih menurut Azi, kematian Fenna akibat luka di lehernya. Leher itu terkena sabetan pisau oleh Nadia. Pisau itu tersimpan di dalam jok sepeda motor Nadia. Kepada polisi, Nadia mengaku kalau pisau itu milik sang kakek yang biasa dipakai untuk mengeluarkan bekicot dari cangkangnya.

"Pisau itu ada di jok motor pelaku. Ngakunya milik sang kakek. Ini yang masih kami dalami, apakah memang seperti itu," imbuhnya. Polisi juga masih mencari pisau yang dipakai Nadia itu.

Penganiayaan itu, kata Azi, bermula dari kemarahan Fenna kepada Nadia. Cerita ini didapatkan polisi dari pengakuan Nadia. Fenna membeli bedak secara online melalui Nadia seharga Rp 110 ribu. Rupanya Fenna marah karena mendapati bedak yang dibelinya kedaluwarsa dan tidak sesuai promosi.

"Korban marah kepada pelaku. Bilangnya produknya jelek, kedaluwarsa dan sebagainya. Terus yang ngajak ke TKP itu juga korban. Terus pelaku ini ngaku ditodong pisau duluan oleh korban. Pelaku menangkis sehingga pisau terlempar dan korban juga sempat melempar pelaku memakai batu," ujar Azi.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help