SuryaMalang/

Malang Raya

Warga Kota Malang Suarakan Tak Ingin Ada Kenaikan Tarif Air Bersih PDAM, Kepastiannya . .

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto mengaku belum bisa memastikan apakah nantinya akan ada kenaikan tarif air atau tidak.

Warga Kota Malang Suarakan Tak Ingin Ada Kenaikan Tarif Air Bersih PDAM, Kepastiannya . .
Tribunnews.com
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Warga berharap pemerintah tidak menaikkan tarif air bersih PDAM, meskipun nanti biaya pengelolaan air bersih naik.

Ny Suwarni, seorang penjual nasi asal Kelurahan Polehan Kecamatan Blimbing, berharap Pemkot tidak menaikkan tarif air itu.

"Karena menurut kami selama ini sudah mahal. Setiap bulan saya membayar sekitar Rp 90.000 untuk tagihan air, padahal tidak banyak dipakai karena siang hari kami menghabiskan waktu di warung bukan di rumah," ujar Suwarni.

Ia membayar tagihan air rata-rata Rp 90.000 per bulan baru berjalan tiga bulan terakhir.

Sebelumnya, ia hanya membayar di kisaran Rp 30.000 - Rp 50.000.

"Padahal pemakaian air sama. Kami hanya pakai malam dan dini hari. Mulai pagi sampai sore kami jualan di sini. Kalau bisa ya sebaiknya jangan naik lagi," ujar Suwarni yang ditemui di warungnya di Jl Majapahit Kota Malang.

Lebih lanjut Suwarni mengeluhkan tentang layanan air PDAM.

Menurutnya, di jam-jam tertentu aliran air di rumahnya macet.

Kemacetan pasokan air terjadi selepas pukul 05.00 Wib hingga pukul 08.00 WIB.

"Setelah itu baru lancar. Sore juga kadang macet. Lancar lagi usai Maghrib. Kami harapkan pasokan air tidak terganggu lah ke rumah pelanggan," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help